
GIANYAR – Keluarga Puri Abianbase Gianyar tengah mempersiapkan pelebon Anak Agung Gde Raka Payadnya atau akrab disapa Raka Payadnya.
Almarhum merupakan tokoh pendiri drama gong di Bali dan kerap mengambil peran sebagai raja muda. Puncak pelebon pada 17 Desember 2022 menggunakan sarana bade tumpang sia (9 tingkat) dan lembu cemeng. Kabarnya, ratusan seniman drama gong turut hadir mengatar ke perabuan.
Bade tumpang sia diarsiteki Anak Agung Gde Bagus Rajantara alia Gung Raja yang merupakan menantu Raka Payadnya. Sedangkan lembu cemeng dibuat di Puri Langon, Ubud.
“Lembu cemeng atur-aturan dari penggemar berat beliau Cok Wah keluarga Puri Agung Ubud,” ujar Gung Raja, Minggu (11/12/2022).
Prosesi pelebon diawali ngedetin pada 11 Desember 2022 kemudian mendak lembu cemeng pada 14 Desember 2022.
Pada prosesi mendak lembu cemeng itu dirangkai mepeed dari Balai budaya Gianyar menuju Puri Abianbase yang berjarak sekitar 1 kilometer diantaranya ada pemeran drama gong dan gong suling.
Selanjutnya, 15 Desember 2022 nyiramin layong. 16 Desember 2022 nyuwung dan 17 Desember 2022 pelebon.
“Saat nyuwung akan dipersembahkan pementasan drama gong pada malam harinya yang diinisiator oleh rekan-rekan beliu. Tanggal 17 saat prosesi pelebon juga akan diiring peed seniman drama gong dari Puri Abianbase menuju setre desa Adat Abianbase. Sekitar 500 meter keselatan,” ungkap Gung Raja.
Anak Agung Gde Raka Payadnya berpulang Kamis 22 September 2022 pukul 11.45 WITA akibat infeksi paru-paru. Almarhum sempat dirawat selama 13 hari di RS Sanjiwani Gianyar. Sebelumnya, seniman besar itu menderita sakit parkinson yang rutin melakukan check up. Sementara Jenazah Raka Payadnya sendiri telah diupacarai dalam upacara mekingsan di geni pada Jumat 23 September 2022. (jay)








