
GIANYAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar mencatat ada 127 kasus HIV baru sepanjang periode Januari-Oktober 2022. Dari jumlah itu, 32 masuk fase AIDS.
127 kasus baru itu berdasarkan hasil tes HIV terhadap 6.772 orang di Gianyar. Sementara, di tahun 2021, dari 8.141 orang test HIV, 172 orang dinyatakan positif dan 24 orang di antaranya masuk fase AIDS.
Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ni Nyoman Ariyuni, penularan HIV masih terus meningkat. Begitu juga dengan temuan pengidap AIDS sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini harus terus digalakkan.
“Upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dilakukan mulai dari hulu ke hilir sebagai upaya mengungkap fenomena gunung es sehingga promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dapat dilaksanakan di sarana pelayanan kesehatan,” ujar Ni Nyoman Ariyuni, Selasa (6/12/2022).
Upaya di hulu, kata Ariyuni, dilakukan melalui promosi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Sasarannya tak hanya orang dewasa, tapi juga pelajar.
“Sebagai upaya pemberdayaan, sekolah tingkat SMP dan SMA dibentuk Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) yang dapat membentengi generasi muda dari bahaya HIV/AIDS dan narkoba,”tegasnya.
Pihaknya juga meningkatkan pelayanan HIV/AIDS di seluruh pusat pelayanan kesehatan, termasuk tiga rumah sakit swasta yang telah memiliki layanan test HIV secara sukarela dan rahasia, serta skrining pada ibu hamil sebagai upaya mencegah menularkan HIV ke bayinya.
“Untuk Rujukan, RSUD Sanjiwani telah memiliki layanan lengkap, baik test HIV, perawatan, dukungan dan pengobatan bagi ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) dengan terapi obat ARV (Anti Retro Viral), termasuk di UPTD Puskesmas UPTD Puskesmas Ubud II dan Sukawati I,” ungkapnya.
Sembari Oktober 2022, tercatat 1.048 orang ODHIV rutin menjalani pengobatan. (jay)








