
KUTA – Jalan Tol Bali Mandara resmi menjadi tol pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Peresmiannya dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster, Asisten Deputi Bidang Jasa Infrastruktur Kementerian BUMN Hendrika Nora Osloi Sinaga, Ketua Project Management Office (PMO) G20 Kementerian BUMN Reynaldi Istanto.
Hadir pula Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur, Direktur Utama PT Bukit Energi Investama (BEI) Zulfarli, dan Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT) I Ketut Adiputra Karang, Rabu (21/9/2022).
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Subakti Syukur menjelaskan, PLTS itu terbangun atas kolaborasi dua BUMN. Yakni antara PT JBT sebagai anak perusahaan PT Jasamarga (Persero) Tbk, dengan PT BEI yang merupakan anak perusahaan dari PTBA.
“Kolaborasi ini dalam rangka penerapan green energy, serta sebagai salah satu bentuk dukungan kami terhadap Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 yang berfokus pula pada pengurangan emisi karbon secara global,” ungkapnya.
Di samping menghasilkan energi yang ramah lingkungan, implementasi PLTS juga diharapkan dapat lebih efisien. Apalagi hal tersebut juga sejalan dengan yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo, yakni Net Zero Emission pada tahun 2060.
“Ini baru pertama ada pembangkit listrik di jalan tol. Dan tentunya, setelah ini berhasil, kita akan coba terapkan di jalan tol lainnya,” sebutnya sembari berharap momentum KTT G20 nanti menjadi titik balik untuk bersama-sama berupaya maksimal agar lebih cepat bangkit dan kuat.
“Ini juga satu-satunya jalan tol elevated yang ada tanam-tanaman, dengan gerbangnya yang indah luar biasa. Semoga ke depannya kita bisa tetap memberikan inovasi-inovasi baru lagi di Jalan Tol Bali Mandara ini, dan menjadi role model jalan tol lainnya,” ungkapnya.
Terpisah, disampaikan Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, peresmian PLTS di Jalan Tol Bali Mandara merupakan sebuah momentum bersejarah. Selain karena yang pertama, perwujudannya itu juga dirasa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
“Saya sangat berteraimakasih atas dukungan dari Gubernur Bali. Tentunya ini juga sebagai bentuk dukungan dalam menyukseskan nama baik Indonesia di kancah internasional melalui implementasi proyek energi yang lebih ramah lingkungan, di tengah nanti rngkaian agenda Presidensi G20 di Bali,” sebutnya.
PTBA sendiri, kata dia, memiliki visi untuk bertransformasi menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Transformasi dimaksud, katanya masih terus berjalan hingga saat ini.
“Portofolio pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan terus gencar kami lakukan. Salah satunya, adalah yang ada di sini (Jalan Tol Bali Mandara),” ucapnya mengenai PLTS berkapasitas maksimum 400 kilowatt-peak (kWp), yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional Jalan Tol Bali Mandara tersebut.
Asisten Deputi Bidang Jasa Infrastruktur Kementerian BUMN, Hendrika Nora Osloi Sinaga, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang dibangun oleh PTBA dan Jasa Marga. Menurut dia, itu merupakan salah satu langkah konkret untuk mewujudkan pengurangan emisi karbon global, yang menjadi salah satu fokus dalam agenda Presidensi G20 di Indonesia.
“Baru pertama kali saya saksikan proses bisnis jalan tol yang berkolaborasi dengan pembangunan PLTS. Ini terobosan yang sangat baik, dan Kementerian BUMN sangat mendukung kerja sama yang selaras dengan target pencapaian bauran energi nasional dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025,” ujarnya.
Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku bangga dengan realisasi PLTS dimaksud. Karena menurut dia, itu sejalan pula dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
“Yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kegidupan krama Bali sejahtera dan bahagia sekala-niskala, sesuai prinsip Trisakti Bung Karno,” katanya.
Menjaga alam Bali agar bersih dan sehat, kata dia, adalah salah satu program prioritas dalam pelaksanaan visi dimaksud. Kemudian itupun telah dituangkan dalam berbagai kebijakan, salah satunya berupa transisi pembangkit listrik menuju EBT.
“Transisi energi sangat penting bagi Bali. Karena Bali merupakan destinasi utama dunia. Karena itulah wisata di Bali harus berkualitas, naik kelas, dan berdaya saing. Di samping menjaga budayanya, maka harus dikembangkan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui penggunaan energi bersih,” jelasnya.
Atas alasan itu pula, Gubernur Koster mengeluarkan kebijakan berupa Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan PLTS Atap. Yang isinya mendorong agar hotel, restoran, bangunan pasar swalayan, dan perumahan, mulai menggunakan PLTS Atap.
“Nah, kebetulan dalam rangka G20 ini ada tiga tema sangat penting yang diarahkan oleh Pak Presiden. Pertama, adalah arsitektur kesehatan global. Kedua, adalah percepatan teknologi digital. Dan ketiga, adalah transisi energi bersih. Itulah sebabnya dalam rangka G20 ini saya mendorong agar Jalan Tol Bali Mandara ini diisi PLTS,” bebernya.
Lebih jauh disampaikannya pula, Jalan Tol Bali Mandara kini bukan hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi. Melainkan juga sekaligus sebagai salah satu wahana untuk menunjukkan identitas Bali.
“Saya sangat berterimakasih kepada Jasamarga Bali Tol, karena telah menjalankan arahan Pak Presiden. Apalagi ini selaras pula dengan kebijakan kami di Pemerintah Provinsi Bali. Ini showcase yang sangat baik dan keren. Ini harus sukses dan menjadi percontohan bagi yang lain. Karena fenomena global sekarang ini beralih ke arah yang bersih,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain beralih menggunakan EBT, penataan Jalan Tol Bali Mandara yang berbasis green environment dalam menyambut penyelenggaraan Presidensi G20 juga telah rampung 100 persen pada minggu ketiga Agustus 2022 lalu.
Sejumlah penataan yang dilakukan antara lain berupa penataan lansekap, green environment dalam program penanaman total 756.800 bibit mangrove, penanaman pohon hingga pembuatan taman, penambahan budaya lokal Bali pada ornamen Penerangan Jalan Umum (PJU), serta renovasi gerbang tol dan pemasangan karya seni patung penari Bali. (*/adi)








