
JEMBRANA – Bupati I Nengah Tamba menegaskan, seluruh jajaran ASN serta pegawai non ASN harus memahami pencapaian Jembrana Emas tahun 2026. Hal tersebut ditegaskan Bupati ketika memimpin apel Senin (5/9/2022) di Lapangan Pecangakan Depan Kantor Bupati.
Dalam arahannya, Bupati Tamba mengingatkan seluruh aparatur dapat bekerja secara jujur dan profesional, serta mampu memahami bagaimana mencapai Jembrana Emas di tahun 2026.
Bupati Tamba menegaskan agar seluruh aparatur Pemkab Jembrana tetap menjaga kerjasama dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan sehingga tujuan menjadikan Jembrana Emas dapat tercapai.
“Saya minta dengan hormat, kita adalah satu teamwork yang sangat kuat. Kita bekerja bersama, berpikir global untuk Jembrana yang maju, Jembrana Emas Tahun 2026. Tetap bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” paparnya.
Mantan Dewan di Komisi III DPRD Bali ini menjelaskan salah satu indikator mewujudkan Jembrana Emas 2026 adalah dengan dimulainya pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, yang rencananya groundbreaking akan dilaksanakan tanggal 10 September 2022 oleh Presiden Joko Widodo.
“Saat jalan tol telah terbangun, maka diikuti masuknya investasi ke Jembrana. Dengan adanya investasi, yang masuk tentu banyak membutuhkan tenaga kerja. Demikian pula orang atau wisatawan datang ke Jembrana, diprediksi 6-8 juta orang. Ketika itu masyarakat pencari kerja dapat bekerja, sehingga tidak ada lagi keluarga prasejahtera di Kabupaten Jembrana,” paparnya.
Demikian pula program Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD) yang merupakan satu-satu sistem data tunggal daerah yang dimiliki Pemerintah Kabupaten juga menjadi penekanan Bupati. Harapannya, JSDDD dapat dilaunching oleh Bapak Presiden Joko Widodo berbarengan dengan groundbreaking jalan tol.
“Kita harapkan saat kehadiran Presiden nanti, mohon doa restu nantinya bisa Bapak Presiden yang akan melaunching Jembrana Satu Data Dari Desa. Karena ini merupakan program satu-satunya di seluruh Indonesia, yang dimulai di Kabupaten Jembrana,” tegasnya.
Tak itu saja, melalui program JSDDD yang digulirkan, diharapkan menjadi magnet bagi kunjungan kerja instansi Pemerintah di tanah air untuk datang ke Jembrana. Bupati optimis JSDDD yang diluncurkanya menjadi bagian inovasi yang sangat penting sebagai indikator penentu arah perencanaan kebijakan suatu daerah. (ara,dha)








