
JEMBRANA – Kerusakan gedung sekolah SDN 4 Melaya, yang bertahun-tahun tanpa adanya penanganan instansi terkait ditanggapi anggota dewan di Bumi Makepung.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Jembrana IB Susrama Rabu (10/8/2022) memberikan tanggapannya mendengar adanya sekolah yang rusak hingga bertahun-tahun, ini dapat berdampak terhadap kenyamanan dan keamanan murid dalam mengikuti proses belajar.
“Semestinya persoalannya tak sampai berlarut begitu, ini sangat disayangkan,” jelas Susrama, infrastruktur di dunia pendidikan, yang kondisinya rusak berat seharusnya menjadi prioritas penanganan, bila perlu secepatnya dibongkar jangan dikasih berlarut-larut rusaknya, itu bangunan jelas dapat mengganggu aktifitas belajar di sana apalagi murid sampai belajar di tempat parkir.
“Kondisi seperti ini sudah pasti bikin suasana tidak nyaman bagi dunia pendidikan, selain mengganggu lingkungan sekolah, juga mengancam keselamatan siswa termasuk para guru,” jelasnya.
Susrama mengaku sempat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk dilakukan pembongkaran terhadap sekolah yang sudah rusaknya sedemikian parah.
“Sebelum dilakukan pembongkaran, asetnya dicatat dulu di bagian aset, baru kemudian dilakukan permohonan penghapusan. Ya solusi saya dibongkar dulu waktu pembongkaran dan penghapusan diberi jeda waktu, jangan terlalu mepet dan bersamaan waktunya. Demikian agar tidak membebani sekolah dalam pembiayaan pembongkaran, bisa dilakukan dengan cara lelangkan,” jelasnya.
Terkait dengan konstruksi sejumlah gedung sekolah dasar di Jembrana dominan atapnya menggunakan konstruksi baja ringan lebih gampang rusaknya, ketimbang menggunakan konstruksi dari bahan kayu.
Susrama lebih memilih konstruksi dari kayu. Dulunya atap gedung sekolah semua menggunakan bahan kayu hutan. Namun persoalannya bahan dari kayu kekinian sudah tak menjadi pilihan, selain susah mencari bahan kayu untuk memenuhi kebutuhan ratusan gedung sekolah dasar, kayu juga menjadi perlindungan lingkungan terutama kayu hutannya, dan pemerintah juga melakukan pembatasan penggunaan kayu.
“Jadi pertimbangan dari kami tetap bangunan sekolah, menggunakan konstruksi baja ringan namun secara spesifikasi dan kualitasnya yang harus diperhatikan sehingga tahan lama, jangan pula ketika pergantian kap baja terjadi permainan dan kecurangan dalam spek dan kualitas,” tandasnya. (ara,dha)








