
GIANYAR – Kemacetan kini menjadi pemandangan sehari-hari di Catus Pata Ubud. Bahkan, kawasan wisata itu semrawut dan terkesan kumuh akibat adanya proyek revitalisasi Pasar Ubud serta kemunculan para pedagang.
Salah seorang warga, I Wayan Roja (65) menuturkan, dari pagi, beberapa pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Ubud berjejer membuka lapak dari Simpang Arjuna Peliatan menuju Catus Pata Ubud sehingga terlihat seperti pasar tumpah. Belum lagi luberan pedagang di Jalan Suweta, Jalan Kajeng, serta sudut-sudut lainnya hingga menimbulkan kemacetan.
Siang hari, tempat pedagang yang menjual sembako digantikan oleh pedagang seni dan kerajinan.
“Diperparah lagi dengan dagang bermobil yang menambah lengkap Ubud ini menjadi resem (kumuh) seperti sekarang ini dan terkesan ada pembiaran dari instansi terkait,” tutur I Wayan Roja, Kamis (4/8/2022).
Wayan Roja khawatir atas pembiaran kondisi di kawasan Catus Pata Ubud tersebut.
“Alangkah malunya jika wisatawan melihat kondisi Ubud sekarang ini. Sangat malu kita jika wisatawannya komplin dengan kekumuhan ini,” ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra menyayangkan adanya masalah pemutusan kontrak kerja atas revitalisasi Pasar Ubud.
Ia berharap masalah ini segera dicarikan win win solutian agar revitalisasi Pasar Ubud bisa segera dilaksanakan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Pihaknya khawatir jika masalah ini dibiarkan maka berlarut pula kekumuhan di Ubud. Para pedagang pasar yang kini harus berpencar menjadi pihak paling dirugikan jika revitalisasi pasar itu tidak terselesaikan sebagaimana mestinya.
“Ubud berturut-turut meraih predikat Kota Wisata terbaik Dunia, dan pasar Ubud menjadi salah satu pasar tradisional yang sangat diminati oleh wisatawan untuk dikunjungi. Tentu menjadi tidak elok jika di jantung kota Ubud ini ada proyek yg bermasalah, apalagi sampai mangkrak,”tegasnya.
Tak kalah pentingnya adalah jangan sampai DAK yang telah didapat, menjadi sia-sia dan itu akan berdampak pada kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Gianyar kedepannya. (jay)








