
KUTA – Dua bulan berlalu sejak penandatanganan kontrak, ternyata masih saja ada penyesuaian terhadap rencana penataan Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita). Terakhir yang kini sedang disikapi, yakni penyesuaian atas permintaan dari kelompok nelayan di area Pantai Sekeh, Kuta.
Menyikapi hal tersebut, sebuah pertemuan digelar di Kantor Camat Kuta pada Rabu (6/7/2022). Selain pihak kontraktor yakni Tunas Jaya Sanur (TJS) – Bianglala KSO, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung juga turut hadir menerima masukan dari masyarakat.
“Sesuai permintaan kelompok nelayan, nanti itu akan kita sesuaikan. Dan kemudian nanti akan kita komunikasikan kembali,” sebut Surya Suamba usai rapat.
Dia tidak memungkiri, hingga saat ini pihaknya memang masih menerima masukan-masukan masyarakat kaitan dengan desain penataan. Dan dipastikan, itu akan berupaya diakomodir semaksimal mungkin selama memang memungkinkan.
“Untuk penyesuaian, sepertinya tinggal ini (Sekeh) saja. Lainnya, itu sudah,” ungkapnya.
Sekilas disampaikan dia, ada sejumlah hal yang diusulkan masyarakat nelayan untuk selanjutnya disesuaikan kaitan penataan area Pantai Sekeh. Di antaranya seperti tempat pedagang yang hanya berlantai satu dengan menggunakan material kayu.
“Awalnya memang rencana dua lantai dengan jumlah los sebanyak 24. Sementara sekarang hanya 12 los. Yang mana 2 di antaranya dipergunakan sebagai tempat penyimpanan alat-alat nelayan, seperti mesin dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Meski ada penyesuaian-penyesuaian dimaksud, Surya Suamba menegaskan bahwa sejauh ini pelaksanaan penataan Pantai Samigita terbilang berjalan lancar. Bahkan di lapangan, kini sudah mulai dilakukan pekerjaan-pekerjaan fisik.
“Kami kerjakan area-area yang memang sudah siap dikerjakan di wilayah Seminyak, Legian, ataupun Kuta. Seperti area parkir, padestrian, pelataran, serta padestal patung,” tutupnya. (adi/jon)








