
BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Rabu (1/6/2022) mulai menggulirkan rangkaian kegiatan peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2022.
Berbagai ragam tarian tradisional khas Buleleng, fragmen tari, gong kebyar, lomba menggambar, lomba cipta lagu Cagar Budaya Buleleng, kesenian bondres serta pameran kerajinan dan seni rupa, kegiatan bertajuk ‘Adicita Danu Kerthi’, juga akan dimeriahkan pementasan seni tari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya.
“Sudah mendaftar melalui google form dan dijadwalkan tampil, Sabtu 18 Juni 2022 mendatang di Open Stage Singa Ambara Raja, Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno Singaraja,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, Rabu (1/6/2022) usai meninjau persiapan kegiatan di RTH Taman Bung Karno.
Mantan Sekretaris BKPSDM Kabupaten Buleleng ini menandaskan, penampilan seni tari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus menunjukkan keberagaman budaya nusantara.
“Hal ini tentu sangat kami apresiasi, begitu juga masyarakat Buleleng dalam memperingati Bulan Bung Karno di tanah kelahiran ibundanya, Nyoman Rai Srimben, Bale Agung Buleleng,” tandas Wisandika dibenarkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng Komang Kappa Tri Aryandono yang dikonfirmasi terpisah.
Selaku Kaban Kesbangpol, mantan Kabag Umum Setda Buleleng ini mengungkapkan kehadiran tim seni tari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya juga diharapkan dapat memperkokoh kesatuan dan persatuan, keragaman serta pembauran sesama anak bangsa dalam kerangka NKRI.
Kappa menambahkan sesuai hasil rapat koordinasi panitia tetap hari bersejarah/nasional, serangkaian Bulan Bung Karno tahun 2022, Pemkab Buleleng juga mengagendakan Apel Bendera Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 2002, kegiatan bhakti sosial dan masyarakat berupa penanaman bibit pohon serta penebaran benih ikan di Danau Buyan dan penyerahan bantuan bibit kambing kepada warga masyarakat Desa Sumberklampok pada tanggal 21 Juni 2022, serangkaian peringatan wafatnya Bung Karno.
“Beberapa agenda yang telah disusun Pantap bersama SKPD terkait, seperti apel bendera peringatan Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 2022 terpaksa ditiadakan karena ada edaran pusat terkait pemusatan kegiatan secara nasional di Ende, Nusa Tenggara Timur. Untuk agenda yang lainnya, astungkara bisa terlaksana sesuai jadwal,” pungkasnya. (kar,dha)








