
DENPASAR – Igo Kleden terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT Bali periode 2020-2023 menggantikan Emanuel Dewata Oja, Sabtu (18/7/2020).
Proses pemilihan berlangsung secara demokratis meskipun sempat memanas. Diawali pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dan setelah disahkan dilanjutkan pembahasan tata tertib (tatib) yang berlangsung alot hingga beberapa anggota pemilik hak suara protes dan walk out dari ruang sidang . “Karena mempertimbangkan suasana yang tidak kondusif maka kami sebagai tim transisi dan pimpinan sidang ambil alih dan memberikan sikap tegas,” seru pimpinan sidang Yulius Benyamin Seran.
Beberapa anggota terbaik PENA NTT Bali dijagokan dalam bursa pencalonan seperti mantan ketua dan sekretaris periode 2017-2020, Emanuel Dewata Oja dan Apolo Daton. Setelah melalui penjaringan tertutup kemudian mengerucut empat nama yakni Ignatius Igo Kleden, Arnoldus Dhae, Robinson Gamar, dan Erik Seran. Karena penjaringan berlangsung alot maka pimpinan sidang setelah meminta persetujuan forum memberikan kesempatan kepada nama-nama terpilih hasil penjaringan tertutup untuk bertemu melakukan konsolidasi internal. Waktu yang diberikan hanya 10 menit.
Saat konsolidasi itu, jiwa besar dua pendiri PENA NTT ditampakan dengan menyatakan mundur dari pencalonan. Keduanya adalah Emanuel Dewata Oja dan Apolo Daton. Setelah dua wartawan senior ini mundur tinggal keempat kandidat yakni Igo Kleden, Arnoldus Dhae, Robinson Gamar, dan Erik Seran.
Keempatnya akhirnya menyepakati Igo Kleden sebagai Ketua, Wakil Ketua Robinson Gamar, Sekretaris Arnoldus Dhae, Wakil Sekretaris Erik Seran. Hasil lobi ini akhirnya diserahkan kepada pimpinan rapat. Penetapan keempatnya melalui keputusan forum berdasarkan suara dari anggota.
Ketua PENA NTT Igo Kleden menyampaikan terima kasih kepada semua anggota atas kepercayaan dirinya dan merupakan momentum kebangkitan PENA NTT. Sebab, saat ini PENA sudah berjalan sebagaimana sebuah organisasi profesi yang sudah mempunyai AD/ART. “Terima kasih untuk kepercayaan ini. Ini moment kebangkitan baru PENA. Ada banyak agenda yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Sebagai Ketua baru, ia akan segera melakukan langkah-langkah. Untuk program kerja dia berjanji dalam waktu dekat akan konsolidasi, segera membentuk Pena Instute, mempersiapkan Pembentukan LBH Pers Pena. “Kita akan fokus membesarkan PENA NTT. PENA NTT-BALI harus jadi wadah insan pers NTT di Bali yang profesional, independen dan harus pula mendukung pemerintah dan pembangunan di Bali,” tandasnya.
Penyelenggaran pemilihan pengurus baru ini setelah tim transisi yang diketuai oleh Benyamin Seran bersama Emanuel Dewata Oja, dan Erik Seran menyusun AD/ART PENA NTT. Tim ini bekerja sejak 20 Juni 2020 hingga 19 Juli 2020.
Dalam Anggaran Dasar yang telah ditetapkan itu terdiri 11 bab dan 18 pasal. Sementara Anggaran Rumah Tangganya terdiri dari 11 bab dan 21 pasal. Dengan ditetapkannya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ini maka ke depannya PENA NTT akan berjalan pada aturan yang ada di dalamnya.








