
KUTSEL – Seorang WNA Kanada terjatuh dari atas Jembatan Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (7/5/2022) lalu. Pria asing berinisial HSA (35) tersebut ditemukan pada dasar jurang berketinggian puluhan meter, dengan menderita sejumlah luka dan patah tulang.
Kepala UPTD Balawista Kuta Selatan Wayan Somer, adalah orang yang awalnya mengabarkan kemungkinan adanya kejadian tersebut kepada pihak Badan Penyelamatan dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali). Dihubungi melalui ponsel dirinya menjelaskan, awalnya mendapat informasi dari warga soal adanya dugaan aksi bunuh diri, sekitar 17.45 Wita.
Berbekal kabar itu, Somer bergegas menuju lokasi dan ditemukanlah sebuah sepeda motor PCX hitam DK 3153 FCF terstandar dengan lampu menyala. Namun di sekitar, sama sekali tidak ada orang yang disinyalir adalah pemiliknya.
“Begitu saya tengok ke arah jurang, ada banyak ranting pohon yang patah. Asumsinya, dengan puluhan meter ketinggian jurang, jika terjatuh dari atas, maka pasti meninggal. Namun kemungkinan selamat tetaplah ada,” ucapnya dihubungi Minggu (8/5/2022).
Sebagai tindak lanjut, Somer melaporkan adanya temuan itu kepada pihak Basarnas. Setibanya di lokasi, satu orang petugas langsung melakukan rappeling.
“Dan ternyata benar, orangnya ada di bawah. Posisinya 15 meter, jika ditarik garis lurus dari jembatan,” bebernya.
Korban ketika itu diketahui memberikan respon terhadap penyelamatan yang dilakukan. Hingga akhirnya diterjunkanlah dua orang petugas rescuer lagi, yang juga dengan cara rappeling.
“Sekitar jam 9 malam, evakuasi sudah berhasil dilakukan,” imbuhnya.
Dirinya menduga, yang bersangkutan tidaklah terjatuh akibat selfi. Karena sepengetahuan dia, ponsel bule tersebut ditemukan berada dalam sebuah tas yang masih digendongnya ketika ditemukan di dasar jurang.
“Kalau dibilang selfi, saya rasa ponselnya tidak ditemukan di dalam tasnya,” ucapnya.
Terpisah dihubungi via ponsel Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Ketut Sugiarta Yogha, mengungkapkan hal serupa. Kata dia, begitu evakuasi berhasil dilakukan, korban langsung diangkut dengan ambulans Masjid Palapa menuju RS Bali Jimbaran.
“Korban terjatuh ke bawah jembatan diperkirakan melakukan foto selfie. Mengingat sering ditemukan beberapa tamu melakukan aktivitas foto-foto pada saat sunset,” singkatnya.
Sementara itu, menurut penuturan Kepala Basarnas Bali Gede Darmada, melihat medan evakuasi, maka tim dilengkapi dengan peralatan mountaineering. Proses evakuasi berlangsung kurang lebih selama satu jam.
“Ketika personil diturunkan untuk mengecek kondisi korban, diketahui masih selamat, dan sesegera mungkin diturunkan tandu untuk mengangkat korban ke atas jembatan,” ungkapnya sembari menyebut bahwa proses evakuasi dilakukan dengan cermat dan sangat berhati-hati.
“Terlihat korban mengalami luka-luka dan diagnosis awal, dia mengalami patah lengan kiri,” imbuhnya menuturkan kondisi korban yang berhasil dievakuasi dengan selamat atas keterlibatan sejumlah potensi SAR lainnya.
Seperti Polsek Kuta Selatan, Balawista Badung, Babinkamtibmas, Babinsa, serta unsur masyarakat setempat lainnya. (adi/jon)








