
KUTA – Angka pergerakan penumpang domestik dan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai melonjak tajam. Jika dibandingkan dengan kondisi di bulan sebelumnya, yakni Februari 2022, lonjakan bahkan mencapai 56%.
Menurut catatan statistik lalulintas angkutan udara periode Maret 2022 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, total penumpang terlayani mencapai 605.133 orang. Sedangkan untuk pergerakan penerbangan berada pada angka 4.774 pesawat udara.
Karena itulah maka jika dibandingkan dengan periode Februari 2022, pergerakan penumpang mengalami peningkatan hingga 56%. Pun demikian untuk pergerakan pesawat, yang naik sebanyak 30%.
“Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai periode Maret 2022 terdapat kenaikan positif jika dibandingkan periode Februari 2022, masing-masing 56% penumpang dan 30% pesawat udara. Meskipun pada bulan tersebut terdapat penghentian penerbangan sementara tradisi Nyepi Saka 1943 tetap menunjukkan tren positif,” ucap General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai Herry AY Sikado.
Tren positif itu, menurut dia, juga dipengaruhi pelonggaran syarat penerbangan. Yang mana pelaku perjalanan transportasi udara, tidak lagi diwajibkan menggunakan hasil tes Covid-19, utamanya bagi yang telah menerima vaksinasi lengkap.
Selain itu, sambung dia, tren positif tersebut juga diyakini juga dipengaruhi oleh terlaksananya sejumlah kegiatan internasional. Di antaranya yakni event MotoGP yang dilaksanakan di Lombok.
“Ada sebanyak 13.127 penumpang yang berangkat dan 12.544 datang dari Lombok,“ jelas Herry.
Seiring dengan itu pula, Herry menegaskan pihaknya tetap berkomitmen memberikan layanan dengan protokol kesehatan ketat sesuai regulasi. Hal tersebut dilakukan sekaligus dalam rangka menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat menggunakan transportasi udara di masa pandemi Covid-19.
“Untuk prediksi di Bulan April 2022 terdapat momen lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah. Seperti tahun sebelumnya, akan ada puncak arus mudik dan arus balik lebaran. Maka saya mengimbau kepada pengguna jasa yang akan melakukan penerbangan untuk dapat mempersiapkan dokumen sebaik mungkin sesuai dengan regulasi pemerintah, sehingga perjalanannya dapat berjalan lancar,” pungkasnya. (adi/jon)








