
JEMBRANA – Seorang siswi kelas XI sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Negara, meninggal dunia diduga akibat terjangkit rabies.
Korban meninggal pada Minggu (13/3/2022) di RSU Negara. Informasi di lapangan, sebelum meninggal siswi tersebut sempat digigit anjing di bagian jempol jari tangannya.
Sehabis menggigit, anjing piaraan milik keluarga korban itu diketahui mati.
Paska gigitan sekitar awal bulan Februari lalu, korban tak pernah mengeluhkan sakit. Termasuk luka gigitan juga tak mendapat perawatan.
Sejak sepekan, tepatnya saat Hari Tumpek Wayang, korban mulai mengeluhkan lukanya semakin parah. Tubuhnya mengigil dan mengalami ketakutan, hingga dibawa keluarganya berobat rumah sakit swasta.
Sehabis berobat, kondisi korban semakin memburuk. Sering sesak napas dan tubuhnya linglung. Dia juga sering mengigau seperti orang ketakutan.
Kemudian diputuskan merujuk berobat ke RSU Negara, namun beberapa hari dirawat korban menghembuskan napas terakhirnya.
Orang tua korban Wilayasa, saat disambangi di rumah duka Senin (14/3/2022) tak menampik anaknya sempat mengalami gigitan anjing.
Diungkapkan, selama dirawat putri keduanya itu semakin memburuk. Takut sama orang ramai, takut sama air dan sinar.
Sementara Direktur RSU Negara, Putu Eka Indrawati mengatakan pasien ada riwayat gigitan anjing sebulan lalu, tapi pasien tidak vaksin.
“Dari penggalian, sehari sebelum masuk rumah sakit, pasien takut cahaya, takut angin sama air, pasien masuk sudah dalam kondisi sangat buruk dan tidak sadar. Hanya untuk diagnosa pasti ke rabies, dokter belum berani memastikan,” jelasnya. (ara,dha)








