
GIANYAR – Puluhan Satpam Villa Kama dan Kama Residence di Banjar Sala, Pejeng Kawan, Tampaksiring, mengadu ke Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Gianyar, Senin (7/3/2022).
Kedatangan 20 orang security sekitar pukul 09.00 WITA itu. Dihadapan Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita, para pekerja mengeluhkan sikap manajemen Villa Kama dan Kama Residence melakukan pemotongan gaji dengan alasan yang dinilai kurang logis hingga mengancam pemutusan kontrak kerja.
Salah seorang security, Kadek Dwitoga (25) menyampaikan, selama beberapa bulan terakhir, ia bersama rekan-rekannya tidak merasakan kenyamanan bekerja karena sikap wakil owner.
“Sejak Oktober 2021 sampai sekarang, wakil owner sudah tiga kali melakukan pemotongan gaji ke beberapa rekan kami. Alasannya pun terlalu mengada-ngada dan kami tidak bisa berbuat apa,”kata Kadek Dwitoga.
Pada Oktober 2021, kata Kadek Dwitoga, ada 11 orang pekerja mengalami pemotongan gaji masing-masing Rp 200 ribu. Itu dilakukan atasannya berdasarkan penilaian kurangnya kedisiplinan saat kegiatan baris berbaris.
Berlanjut pada Januari 2022, enam rekannya diganjar pemotongan gaji saat kegiatan olah raga outdoor. Bahkan, ada seorang security mengalami kecelakaan kena potongan Rp 500 ribu karena alasan keterlambatan datang. Padahal, yang bersangkutan sudah melapor ke pimpinan.
“Kini, lima rekan kami diancam pemotongan Rp 500 ribu lagi lantaran dinilai tidak disiplin saat menjalani kegiatan fisik. Kondisi ini sangat mengusik kenyamanan kerja kami,”keluhnya.
Tak hanya urusan pekerjaan, pihak owner juga melarang pekerja menghaturkan sesajen saat bekerja sehingga merasa was-was melaksankan kegiatan keagamaaan maupun adat karena mendapat ancaman kontrak tidak diperpanjang.
Kadek Dwitoga mewakili teman-temannya berharap kepada Kadisnaker menjembatani masalah yang tengah dihadapa di tempat mereka bekerja.
Menanggapi keluh kesah para security, Kadisnaker Anak Agung Dalem Jagadhita akan memediasi dengan mempertemukan para pekerja dengan pihak manajemen.
“Nanti kami pertemukan kedua belah pihak supaya permasalahan bisa diselesaikan. Jika tidak selesai, baru pemerintah turun memberikan pembinaan. Bagaimanapun, kami harap persoalan ini bisa diselesaikan kedua belah pihak dengan baik,”ujarnya. (jay)








