
KUTA – Kondisi Pantai Kuta di sekitar Setra Asem Celagi, Desa Adat Kuta, semakin memprihatinkan. Abrasi kian meluas bahkan telah mengakibatkan salah satu titik jogging track jebol.
Salah seorang pedagang di sekitar lokasi menuturkan, Pantai Kuta memang biasa mengalami abrasi di setiap tahunnya. Namun menurut dia, kali ini adalah yang terparah dibandingkan beberapa tahun terakhir.
“Abrasi sesungguhnya sudah ditangani tahun lalu. Tapi ternyata air kembali naik dan membuat pantai jadi seperti sekarang,” ungkap pedagang yang enggan diwartakan namanya itu, pada Kamis (27/1/2022).
Jebolnya salah satu titik jogging track, diakui merupakan salah satu dampaknya. Itu terjadi, akibat bagian fondasi yang telah tergerus abrasi.
“Pasir di bawahnya juga sudah ikut tergerus, sehingga dasarnya tidak kuat menopang,” sambungnya.
Kini, titik jebol tersebut sudah dipasangi semacam penanda dengan alat seadanya agar lubang yang menganga tidak sampai menimbulkan korban.
Terpisah ketika dikonfirmasi, Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista, tidak memungkiri. Dikatakan, belakangan ini Pantai Kuta cukup sering mengalami abrasi. Pantai yang compang-camping bahkan sempath ditangani melalui perataan pasir. Tapi ternyata, abrasi kembali terjadi bahkan meluas hingga menggerus fondasi jogging track.
“Yang parah itu memang dari Setra Asem Celagi sampai depan Pos Balawista,” sebutnya.
Sebagai jawaban atas kondisi tersebut, Wasista mengaku menunggu pelaksanaan program penataan yang rencana akan dilaksanakan pemerintah pada tahun 2022 ini. Melalui penataan tersebut, kerusakan-kerusakan akibat abrasi yang terjadi di Pantai Kuta diharapkan bisa langsung tertangani.
“Mulai dari penataan pasir yang compang-camping sampai fasilitas yang ada di sekitarnya,” tutupnya. (adi/jon)








