
MANGUPURA – Meskipun dalam dua tahun terakhir kondisi keuangan Pemkab Badung cukup sulit, akan tetapi masih mampu memberikan bantuan sosial bagi masyarakatnya yang terdampak pandemi Covid-19. Kebijakan atas intruksi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ini, diluar Program Pemerintah Pusat. Total Rp 79,4 miliar lebih anggaran yang telah direalisasikan. Seluruhnya bersumber dari APBD Badung.
Pada tahun 2020, Pemkab Badung mengelurkan kebijakan bantuan sosial kepada pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 denganmemberikan uang sebesar Rp 600 ribu. Pekerja yang mendapatkan bantuan sebanyak 8.910 orang dengan realisasi anggaran sebesar Rp 5,3 miliar lebih. Masih pada tahun yang sama, masyarakat juga diberikan bantuan paket sembako senilai Rp 500 ribu dengan jumlah penerima 16.529 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp 8,2 miliar lebih.
Selanjutnya tahun 2021, diluncurkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 300 ribu untuk 128.747 KPM dengan total anggaran Rp 38,6 miliar lebih. Dan terakhir program stimulus untuk pelaku UMKM yang masing-masing diberikan Rp 2 juta. Tahun 2020 hanya menyasar 94 UMKM, kemudian tahun 2021 sebanyak 13.522 UMKM dengan total anggaran Rp 27,2 miliar lebih. Jadi total bantuan sosial akibat dampak pandemi Covid -19 yang telah diterima oleh masyarakat Badung sebesar Rp 79,4 miliar lebih. Anggaran ini diluar bantuan yang juga telah diberikan Pemerintah Pusat.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta disela-sela penyerahan stimulus untuk pelaku UMKM beberapa waktu lalu menyatakan, sesuai arahan pemerintah pusat, pemerintah daerah diminta melakukan recofusing anggaran untuk penangan Covid-19. Baik itu dalam bidang kesehatan, kesejahteraan dan pemulihan ekonomi masyarakat. “Untuk kesehatan dalam penanganan Covid-19, baik itu thrasing, testing, hingga treatmen sudah kita laksanakan. Dan yang saat ini kita gerakan adalah untuk program jaring pengaman sosial, diluar bantuan yang diberikan pusat,”jelas Giri Prasta.
Terkait pemberian stimulus untuk pelaku UMKM, pihaknya menyatakan hal ini sebagai upaya menggerakan dan membangkitkan kembali UMKM sebagai salah satu motor pemulihan ekonomi. “Kita mengerakan UMKM untuk pemulihan ekonomi, sekaligus kita melakukan pendataan UMKM untuk diberikan program-program selanjutnya,”katanya seraya mengharapkan dengan bantuan stimulus, dapat dijadikan modal usaha. “Saya sangat yakin, disaat ekonomi mulai berputar, imunitas masyarakat pasti meningkat,”pungkasnya. (lit)








