
GIANYAR – Pihak hotel Kappa Di Seres di Banjar Tanggayuda, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, membongkar bangunan lobi yang mepet dengan pura.
Perwakilan pihak hotel I Ketut Nurata mengatakan, lobi itu dibangun bukan karena kesengajaan, tapi atas permintaan krama subak.
Berawal rekomendasi dari Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) yang menyebut batas pembangunan berdampingan dengan tempat suci minimal 10-15 meter sesuai perda yang berlaku.
Selama pembangunan, kata Nurata, terjalin komunikasi dengan krama maupun prajuru Pura Subak Malung. Dalam beberapa kali pertemuan, pihaknya diminta supaya tidak ada kelenggangan yang cukup lebar antara pura dengan lobi hotel.
“Saat itu saya sudah sampaikan bahwa jarak minimal untuk pura ini 10 meter, tapi diminta oleh pengempon agar lebih dekat yaitu 4 meter dan yang penting tidak dempet dengan pura,” ujarnya.
Dalam rapat, pihak krama dan prajuru Pura Subak Malung melakukan penandatanganan kesepakatan. Bahkan, Nurata menyebut dokumentasi tahapan-tahapan telah diarsipkan kemudian dikirim ke Dinas Perizinan.
Pihaknya kaget setelah adanya protes terkait jarak antara lobi dengan pura.
“Waktu ada isu mepet pura itu, saya rapat lagi dengan krama subak dan mereka mengaku tidak ada yang melaporkan itu ke DPRD Gianyar,” ujarnya.
Meskipun pihak subak tidak keberatan, pihak hotek tidak mau memperpanjang masalah. Terlebih, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Gianyar menyatakan bangunan lobi melanggar Perda RTRW dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Gianyar menyarankan untuk dibongkar.
“Saya berpikir agar masalah tidak berkepanjangan sehingga kami bongkar saja. Kami juga meluruskan, dahulu itu jaraknya bukan 2,5 meter, tapi 4 meter dan itupun atas permintaan krama dan prajuru Pura Subak Malung,” bebernya.
Nurata menyampaikan di tempat itu rencananya tetap dibangun lobi, tapi jaraknya dirubah sesuai rekomendasi TABG.
“Nanti akan tetap dibangun lobi di situ dengan jarak sesuai rekomendasi TAPG adalah 10-15 meter. Bentuknya akan berubah dan supaya nanti tidak menimbulkan persoalan lagi, kami akan konsultasikan kembali,” tandasnya. (jay)








