
KARANGASEM- Hujan deras yang mengguyur Karangasem dan sekitarnya, memunculkan bencana tanah longsor di Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang ,Selasa (14/12/2021).
Sebelumnya wilayah Temukus yang termasyur dengan objek wisata bunga edelweiss itu sempat dilanda bencana tanah longsor, hingga membuat beberapa warga terisolir. Untungnya, bencana tanah longsor yang terjadi Selasa dini hari itu tidak sampai memunculkan korban jiwa dan korban luka berat, termasuk juga tidak ada kerugian materiil.
Kabid Kesiapsiagaan dan Kebencanaan, BPBD Karangasem, Putu Eka Tirtana mengatakan, bencana tanah longsor yang terjadi di Banjar Temukus, disebabkan hujan yang turun lama, dengan intensitas deras. Kondisi ini mengakibatkan tanah jadi labil, sehingga berpotensi terjadi longsor. Tanah longsor terjadi di empat titik.
“Penanganan sudah kami lakukan, arus lalulintas yang sempat tertutup sekarang sudah kembali normal,”terang Eka Tirtana.
Dalam penangganan, kata Eka Tirtana, melibatkan Tim TRC BPBD Karangasem bersama pemeliharaan jalan dari PUPR Bina Marga Karangasem. Melihat cuaca yang tidak menentu, pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan hati – hati. Mengingat cuaca di Karangasem tidak menentu, pihaknya mengimbau warga untuk menjauhi tebing serta pohon saat turun hujan.
“Hasil pemetaan yang kami lakukan dari 78 desa/ kelurahan yang ada di Karangasem, 50 desa diantaranya berpotensi mengalami bencana tanah longsor. Desa-desa ini tersebar di delapan kecamatan,” pungkas Eka Tirtana (wat/jon)








