
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menutup Pameran IKM Bali Bangkit Tahap 4, Rabu (17/11/2021) di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali.
Ny. Putri Suastini Koster mengucapkan terima kasih atas kepedulian Gubernur Bali bersama jajaran Pemprov Bali membangkitkan produk IKM/UMKM di masa pandemi. Ia menyebut pendapatan dari pameran yang digelar mulai akhir 2020 hingga saat ini mencapai hampir Rp 15 miliar.
“Atas bantuan Bapak Gubernur Bali, produk IKM/UMKM yang sebelumnya tersimpan di lemari pada masa pandemi, sekarang melalui Pameran IKM Bali Bangkit akhirnya bisa dipertemukan dengan konsumen, dan bahkan mendapatkan dukungan dari BPD Bali serta Balimall.id untuk dipasarkan ke dunia digital,”katanya sembari berpantun, meli be pasih naik skuter, terima kasih Pak Koster.
Pameran IKM Bali Bangkit yang menerapkan kombinasi penjualan online melalui e-marketplace Balimall.id dan penjualan secara konvensional akan kembali dilanjutkan di pengujung 2021. Putri Koster menegaskan, Bali sudah memiliki sistem pemasaran produk IKM secara online melalui e-marketplace berskala nasional. Ia pun mengajak para IKM/UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, sumber daya manusia, dan kedisiplinan.
“Apa yang sudah Kita lakukan di sini (Pameran IKM Bali Bangkit) mulai dari men-display produk menjadi suatu kebangaan bagi kita, dengan terwujudnya produk berkualitas dan tidak abal-abal, selalu dibuat asli oleh krama Bali dengan kualitasnya,” ucapnya disambut tepuk tangan.
Diakhir sambutan, Putri Koster berpesan kepada pelaku IKM/UMKM untuk tidak merugikan para perajin dan jangan pula terlalu mencekek konsumen.
“Jadi, prinsip kita berjualan dengan memasarkan barang berkualitas dengan harga pantas. Supaya Dekranasda terus mendapatkan ruang, kami akan selalu meminta dukungan Pemerintah Provinsi Bali,”ucapnya.
Sementara, Gubernur Koster menceritakan awal mula diselenggarakannya Pameran IKM Bali Bangkit ini.
“Waktu pandemi, segala aktivitas penjualan produk IKM/UKM berhenti, terus warung-warung pada tutup. Tiba-tiba, Ibu Putri ngobrol sama saya, katanya Ardha Candra-nya berdebu, bisakah dimanfaatkan untuk menggelar Pameran IKM Bali Bangkit. Saya langsung kaget, karena sesuatu ide yang sangat baik disampaikan kepada saya. Setelah saya pikir, betul juga. Daripada gedung di Ardha Candra tanpa nyawa, karena terlalu lama tidak dipakai sampai atapnya ada yang bocor, hingga menjadikan Ardha Candra ini tidak hidup suasananya. Saat itu juga, langsung diinisiasi pamerannya dengan konsep stand pameran dibuka secara gratis kepada pelaku IKM,”katanya sembari mengatakan ini konsep gotong royong yang diterapkan Dekranasda Bali untuk menolong para pelaku IKM/UMKM dalam memasarkan produk, baik secara konvensional maupun digital/online.
Koster juga mengajak seluruh masyarakat di Bali menggunakan produk lokal agar secara ekonomi saling menghidupi.
“Seperti pesan leluhur kita yang tertuang dalam Lontar Batur Kalawasan yang salah satunya menyebutkan hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Kita saling menghidupi satu sama lain, jangan mau hidup sendiri, meninggalkan orang lain, ini tidak adil dan pasti terjadi permasalahan. Nah, dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini bertujuan untuk membangun kehidupan yang tatanannya harmonis dengan harapan semua mendapatkan manfaat, kebahagiaan, dan semua sejahtera,”tandasnya. (arn)








