
DENPASAR – Setelah sebelumnya tim kriket putra meraih medali emas dan putri menyumbangkan medali perak di nomor super sixes, Bali gagal kembali menyumbangkan emas dan hanya menambah lagi satu medali perak dan perunggu di nomor super eight.
Tim Putra PON Bali meraih medali perunggu bersama Sumatera Barat (Sumbar) setelah disisihkan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan skor 101-103 saat tampil di Lapangan Hockey dan Kriket Dojo Baru, Kabupaten Jayapura, Rabu 29 September 2021.
Medali emas sendiri diraih oleh Tim kriket Putra PON DKI Jakarta setelah menumbangkan Nusa Tenggara Timur dengan skor 122-89. Sedangkan di bagian putri, Bali tumbang dari DKI Jakarta di partai final dengan skor 89-95. Dengan demikian Bali hanya meraih meraih perak. Sedangkan perunggu bersama menjadi milik Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Dengan raihan ini, maka Tim kriket Putra PON Bali total sementara menyumbangkan satu emas dan satu perunggu.
Sedangkan Tim Kriket Putri PON Bali harus puas meraih dua perak. Hasil kurang memuaskan ini diakui pelatih Tim kriket Putra PON Bali I Kadek Urip Astawa yang dihubungi usai pertandingan kemarin.
“Kekalahan tim putra kami diluar prediksi awal karena awalnya kami targetkan mampu lolos final dengan bidikan medali emas. Tapi ternyata dalam perjalanannya Tim Kriket Putra di Super Eight terhenti di semifinal,” papar Urip Astawa.
Sementara itu pelatih kriket putri, I Kadek Putra Darmawan menilai atletnya dalam laga sempat unggul namun akhirnya bisa dikejar rival berat DKI Jakarta.Para pemain sudha berupaya keras untuk bisa meraih medali emas namun kenyataannya memang belum bisa sesuai dengan harapan,” tutupnya. (ari)








