
DENPASAR – Mungkin akibat cabang olahraga (cabor) mulai berdatangan ke kabupaten Mimika dan kota Timika, konsumsi untuk cabor yang hendak berlaga di PON XX/2020 di Papua mulai terlambat datang. Termasuk yang dialami tim panjat tebing PON Bali. Akibatnya atlet panjat tebing PON Bali harus menahan lapar.
Seperti diutarakan pelatih kepala tim panjat tebing PON Bali Suhardi Eka Prasetya, sebelumnya, ketika tim datang masih normal untuk konsumsi pengantaran waktunya, namun, Senin 27 September 2021 mulai terlambat.
“Hari ini, makanan pagi yang sebelumnya tepat waktu diantarkan pukul 6 pagi terlambat sampai 3 jam sehingga makanan diantar ke venue pertandingan. Mau tidak mau atlet harus mengganjal perut dengan roti atau snack aja. Sementara untuk makan siang menunya sama persis dengan menu makan pagi,” kata Suhardi, Senin.
Pria yang akrab disapa papi itu belum mengetahui persis keterlambatan konsumsi itu bisa terjadi.
“Saya belum ketemu koordinatornya untuk menanyakan alasan keterlambatan itu, karena tidak mungkin menanyakan kepada pihak pengantar konsumsi yang pastinya tidak tahu alasannya. Kami harap untuk selanjutnya konsumsi jangan sampai terlambat antarlah,” imbuhnya.
Terkait pertandingan panjat tebing sendiri di hari pertama Bali meloloskan dua atletnya ke semifinal yang rencananya dilangsungkan, Rabu 29 September 2021 yakni Temi Teli Lasa dan Julianto Prasetyawan di nomor lead perorangan putra.
Hal sama juga diutarakan pelatih tim basket putra PON Bali IGN Rusta Wijaya yang berlaga di Mimika.
“Konsumsi basket putra memang terlambat hari ini. Biasanya jam 12 siang tapi terlambat satu jam. Sebelumnya normal. Semoga di hari selanjutnya tidak ada lagi keterlambatan konsumsi itu,” pungkas Rusta Wijaya. (ari)








