
DENPASAR – Pebiliar putri satu-satunya yang mewakili Bali di PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua pada 2-15 Oktober 2021, Dhitya Octora masuk seeded (unggulan) di nomor biliar bola 9 dan bola 10 putri.
Seeded itu menjadi milik Tya (Dhitya Octora, red) karena di dua nomot tersebut Bali meraih medali perunggu pada PON Riau dan PON Jawa Barat melalui pebiliar putri Desak Raka Kasih Ariati yag justeru di PON Papua gagal lolos.
Dengan masuk seeded maka target awal raihan medali yakni perunggu namun tak menutup kemungkinan mampu meraih perak bahkan emas.
“Pada PON Papua sekarang ini dua nomor itu dipertandingkan. Jika sudah masuk seeded maka keuntungannya tidak bertemu dengan rival berat di babak penyisihan yang menggunakan bagan atas-bawah,” kata pelatih tim biliar PON Bali Willy Soedarno, Minggu 19 September 2021.
Selain itu lanjutnya, jika tak bertemu lawan kuat di penyisihan dan jika seandainya Tya sukses memenangkan dua pertandingan awal, maka kemungkinan besar akan berlaga di babak semi final. Dengan demikian, medali perunggu sudah digenggam karena perebutan perunggu tidak akan diadu antara pebiliar yang kalah di semifinal.
“Perunggu ini juara 3-4 bersama syukur-syukur dan mudah-mudahan Tya nanti bisa lebih dari itu. Oleh karena itu, seeded ini sebenarnya menguntungkan untuk kami,” tambah Willy.
Menyoal kekuatan rival di dua nomor putri tersebut, Willy menyebutkan ada dua pebiliar yang dianggapnya bakal merepotkan yakni Sylviana Lu atlet tuan rumah Papua. Sylviana diakui Willy adalah penghuni Pelatnas. Selain Sylviana juga Angelina Ticualo dari Jawa Tengah yang juga atlet Pelatnas.
“Selain itu ada juga rival dari Sumatera Utara, Jawa Barat dan juga Jawa Timur,” demikian Willy Soedarno. (ari)








