
KLUNGKUNG-Kapolres Klungkung AKBP I Made Dhanuardana angkat bicara soal tajen di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan di tengah penerapan PPKM Level IV Jawa-Bali.
Dhanuardana membantah tajen tersebut dibekingi oleh aparat. Bantahan itu disampaikannya, saat dikonfirmasi wartawan Rabu 18 Agustus 2021.
Sebelumnya Dhanuardana, perwira melati dua ini jadi focus obrolan di kalangan anak buahnya, setelah ia membubarkan tajen di Desa Paksebali, Minggu 16 Agustus 2021. Saat itu Dhanuardana sendiri menyamar datang ke arena tajen.
Infonya, ia menggunakan celana pendek memakai topi. Bahkan begitu masuk ke arena tajen, ia harus membayar tiket. Mirisnya lagi, santer beredar, Dhanuardana sempat disodori uang Rp 20.000 oleh pihak bandar tajen.
Tidak banyak bicara, Dhanuardana langsung mengeluarkan pistol dan menembakkan ke atas dor…dor sebagai tanda peringatan tajen agar dibubarkan.
Para bebotoh dan sejumlah oknum aparat yang ketahuan ada di arena tajen pun dibuat panik dan tidak menyangka kapolres turun sendiri membubarkan tajen.
“Saya perlu turun langsung ke lapangan untuk menjaga stabilitas kamtibmas dengan menindak berbagai jenis penyakit masyarakat, seperti perjudian ini,” kata Dhanuardana dalam siaran pers nya yang disampaikan kepada wartawan.
Dhanuardana menegaskan tidak ada oknum aparat membekingi segala bentuk perjudian yang ada.
“Siapapun yang membekingi saya akan tindak tegas, apalagi dalam situasi PPKM. Saya harap masyarakat juga ikut serta untuk memberikan informasi apapun tentang adanya kerumunan atau perjudian yang ada di masyarakat,” ujar Dhanuardana. (yan)








