
TABANAN – Hujan deras yang mengguyur Tabanan Rabu 4 Agustus 2021 malam hingga Kamis 5 Agustus 2021 pagi menyebabkan longsor di dua lokasi. Tidak sampai ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun akibat terkendala alat berat, untuk evakuasi material BPBD Tabanan harus berkoordinasi dengan dinas PUPRPKP maupun Satker jalan nasional.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengatakan, dua titik longsor terjadi di Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, dan di Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung. Di banjar Pangkung, material longsor menutupi jalan pedesaan. Sehingga warga desa setempat yang hendak melintas harus mencari jalur alternatif lainnya.
“Kami masih koordinasi dengan Dinas PUPRPKP Tabanan untuk evakuasi dengan alat berat, ”terangnya, Kamis 5 Agustus 2021.
Sedangkan untuk lokasi kedua, longsor juga terjadi di banjar Koripan Kelod, desa Abiantuwung, Kediri, Tabanan. Longsor terjadi akibat gerusan air menyebabkan tembok penyengker pelinggih taksu dan tembok rumah milik warga sepanjang 20 meter dengan ketinggian 10 meter. Beruntung material longsor tidak sampai menutup arus jalan nasional Denpasar-Gilimanuk tersebut.
“Material longsor tidak sampai mengganggu arus lalu lintas, kendaraan masih bisa melintas. Namun pengendara diimbau lebih berhati-hati saat melintas karena bekas material di jalan tentunya membuat jalan licin,” katanya.
Sementara pantauan di lokasi, sampai sore, material longsor di lokasi tersebut belum bisa dievakuasi sepenuhnya. Material longsor masih berada di sebagian badan jalan di bagian utara. Longsor di lokasi ini juga pernah terjadi sebelumnya
Sebelumnya, BPBD Tabanan juga telah mengimbau warga masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di tengah curah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang belakangan ini. BPBD juga selalu berpedoman pada hasil kajian mitigasi rawan bencana.
Ada sembilan potensi bencana yang kemungkinan bisa terjadi di kabupaten Tabanan, seperti banjir, banjir bandang,cuaca ekstrem, tsunami, gempa bumi, gelombang ekstrim, kekeringan, kebakaran hutan dan longsor. Dan dari potensi bencana tersebut juga sudah dilakukan pemetaan yang dilakukan berlaku mulai 2016-2020 dan belum ada mitigasi bencana yang baru. (jon)








