
DENPASAR – Dua puluh Sembilan cabang olahraga (cabor) yang bakal masuk TC Sentralisasi di Hotel Batukaru 3 dan Hotel Neo Denpasar, Selasa 3 Agustus 2021, harus melakoni tes rapid anti gen secara bergiliran di dua tempat. Meski harus bergiliran dengan jumlah 239 atlet PON dan 66 pelatih namun diperkirakan maksimal 1,5 jam untuk 50 orang sudah selesai.
Menurut Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, tes anti gen secara bergiliran itu juga diatur agar tidak terjadi kerumunan dan cabor digilir sesuai dengan waktunya masing-masing.
“Tes antigen itu sendiri dilakukan mulai pagi hari sehingga tidak akan terlalu lama selesainya dan kami atur agar tidak berkerumun. Setelah masuk hotel, atlet dan pelatih tidak diperbolehkan pulang ke rmah lagi kecuali saat melakukan latihan rutin,” tutur Suwandi, Senin 2 Agustus 2021.
Hal itu dilakukan KONI Bali versinya, seperti apa yang dilakukan provinsi Jawa Barat ketika juga menggelar TC Sentralisasi sekarang ini. Pastinya KONI Bali bakal mengawasi dengan ketat termasuk dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Selain itu, diluar atlet PON Bali yang menjadi sparing atlet PON Bali juga menjalani TC senralisasi meski jumlah totalnya tidak banyak. Ini untuk menjaga kalau rekan sparing atlet PON tidak juga tinggal di Hotel kami khawatiekan justeru ketemu diluar akan beresiko,” tambah mantan Ketua Umum KONI Badung itu.
Lantas bagaimana dengan sanksi atlet PON yang melanggar aturan TC Sentralisasi yang ada ? Suwandi menegaskan jika nantinya akan dipanggil dengan teguran lisan sampai dua kali. Jika sampai tiga kali tetap bandel maka tidak akan diberangkatkan ke PON XX/2021 di Papua pada Oktober mendatang. Namun Suwandi yakin hal itu tidak sampai terjadi jika melihat kedisiplinan atlet PON Bali.
“Kami minta para atlet PON Bali memanfaatkan kesempatan ini dengan melipatgandakan mental, motivasi dan disiplin tinggi guna meraih prestasi terbaik nantinya. Kami juga akan mengatur gizi dan lainnya. Intinya juga atlet tidak boleh menerima tamu siapapun itu,” tutup Suwandi. (ari)








