
Gede Suyasa
BULELENG – Rekrutmen 2.783 Aparat Sipil Negara (ASN) Formasi Tahun 2021 digulirkan Pemkab Buleleng sesuai Surat Keputusan (SK) Meteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Republik Indonesia No. 535 Tahun 2021 tentang Penetapan kebutuhan ASN Pemkab Buleleng Tahun Anggaran 2021. Formasi ASN tersebut, meliputi 137 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Jabatan Fungsional Kesehatan, 94 CPNS Tenaga Teknis dan 2.552 Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (P3K) Jabatan Fungsional Guru.
“Untuk seleksinya dimulai tanggal 30 Juni sampai dengan 21 Juli 2021. Jadi, PPKM mungkin sudah lewat dari itu, kalau kondisi baik. Tetapi kalau tidak, akan ada penyesuaian, tergantung dari pusat,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Jumat, 2 Juli 2021 usai memimpin rapat koordinasi panitia pengadaan ASN Tahun Anggaran 2021 di Ruang Kresna Kantor Bupati Buleleng.
Sekda Suyasa yang juga menjabat Ketua Panitia Pengadaan ASN Kabupaten Buleleng menandaskan, proses seleksi CPNS dilaksanakan Panitia Pengadaan ASN Badan Kepagawaian Negara (BKN) Republik Indonesia dan P3K dilaksanakan panitia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud- ristek) Republik Indonesia.
“Sebagian besar proses pengadaan ASN dan P3K dilaksanakan panitia BKN dan Kemendikbud-ristek, mulai dari seleksi administrasi hingga pengumuman akhir. Sedangkan panitia di Pemkab hanya meneruskan saja,” jelasnya.
Aplikasinya ada di BKN maupun Kemendikbud-ristek, panitia daerah hanya mengumumkan jadwal pelaksanaan dan input data ke aplikasi yang sudah disiapkan BKN dan Kemendikbud-ristek.
“Rapat kordinasi ini dilaksanakan untuk mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi ditengah Pandemi Covid-19, seperti kebijakan pemerintah pusat yang sewaktu-waktu berubah, termasuk PPKM Darurat yang akan dilakukan saat kita membuka pendaftaran,” pungkasnya.(kar)








