
DENPASAR – Setelah terbentuknya tim definitif judo Bali, judoka pelapis dijadikan sparing partner saat latihan di TC Desentralisasi. Judoka pelapis itu merupakan judoka yang gagal tembus tim definitif karena kalah bersaing di satu kelas lantaran setiap kelas hanya boleh satu judoka turun di PON XX/2021 di Papua pada 5-12 Oktober mendatang.
Kondisi itu lantaran ada 6 kelas terdiri dari 5 kelas putra dan 1 kelas putri randori, masing-masing di kelas itu ada dua judoka yang lolos PON Papua sehingga harus dipilih satu.
Menurut salah seorang pelatih tim judo PON Papua Agus Putra Adnyana, 5 kelas putra yang menjadi pelapis di kelas 66 yakni Putu Sukaryayasa, kelas 73 kg judoka menjadi pelapis Kadek Adi Wirawan, kelas -81 kg pelapis Bima Prasetya kelas -90 kg Kadek Rakyanda dan kelas +100 kg pelapis Made Adi Suardana untuk putra, serta kelas -78 kg putri judoka pelapis yakni Luh De Swandewi.
“Para judoka pelapis itu kalah bersaing dengan judoka yang masuk tim definitif. Tapi mereka tetap kami jadikan lawan sparing bagi judoka tim definitif dalam pada latihan TC Definitif, juga mereka bisa saja mengganti judoka tim inti di kelasnya, selama nama judoka pelapis itu masih masuk long list judoka PON Bali,” jelas Agus Putra Adnyana, Kamis 10 Juni 2021.
Sedangkan untuk tim definitif sendiri terdiri dari 8 kelas putra dan kelas 8 kelas putri terdiri untuk putra
“Kalau untuk nomor kata Bali absen karena hanya kurang tingkatan dalam sabuk. Kalau nomor kata judoka yang boleh turun yakni DAN I sementara kalau judoka Bali yang ada tingkatannya Kyu I atau kurang satu tingkatan menuju DAN I. Padahal judoka putra dan putri yang nomornya dipertandingkan di PON sudah ada,” tutup Agus Putra Adnyana. (ari)








