
DENPASAR – Pucuk pimpinan baru di Kejaksaan Negeri Denpasar kini dipegang Yuliana Sagala. Jaksa berparas cantik itu menggantikan Luhur Istighfar yang mendapat promosi jabatan sebagai Inspektur Muda Kepegawaian dan Tugas Umum pada Inspektorat I Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI.
Setahun lebih memimpin Kejaksaan Negeri Denpasar, Luhur Istighfar mengaku penanganan kasus ujaran kebencian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) oleh I Gede Ari Astina alias Jerinx SID paling berkesan. “Paling berkesan, ya, itu kasusnya Jerinx. Kasus ujaran kebencian terhadap IDI ini tak hanya menjadi perhatian publik Bali, tapi sudah menjadi sorotan media nasional,” ujarnya kepada awak media, Senin 1 Maret 2021.
Menurutnya, kasus Jerinx membuat jajarannya berusaha untuk mengakomodir semua pihak dalam penegakan hukum untuk tetap ditegakkan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat.”Hukum harus tetap ditegakkan di tengah situasi saat ini sehingga tidak ada kegaduhan dari manapun,” ujarnya.
Disinggung minimnya pengungkapan kasus korupsi di Denpasar, Luhur menegaskan, penanganan kasus korupsi berbeda dengan penanganan kasus pidana umum lainnya. Ia juga membantah adanya tekanan politik di balik menimnya pengungkapan kasus korupsi. “Tekanan politik ? ah tidak ada istilah seperti itu. Beberapa kasus korupsi sudah berhasil kita ungkap, hanya saja masih belum maksimal,” tandasnya. (wat)








