
TABANAN – Butuh strategi khusus untuk memerangi sampah plastik. Berbagai cara dilakukan agar warga banjar terlibat secara aktif melakukan pemilahan sampah berbasis sumbernya yakni di rumah tangga. Warga yang sudah memilah sampah di rumah kemudian ditukar dengan beras. Menukar sampah plastik menjadi beras kini menjadi rutinitas warga Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan setiap hari Minggu.
Seperti terlihat Minggu 28 Februari 2021, kendati dalam suasana hujan sejumlah warga Desa Kukuh Kerambitan tampak antusias datang ke halaman Puri Anyar, Kerambitan. Warga datang membawa sampah plastik dalam karung. Baik itu berupa sampah plastik kresek, botol, rongsokan, kardus, buku/kertas, dan sampah plastik lainnya. Sampah-sampah tersebut ditukar dengan beras mulai dari 1 sampai 5 kilogram.
Salah satu warga Gede Arya (51) mengaku dirinya saat ini mendapat 2 kilogram beras. Setelah sampah berupa botol plastik yang ia kumpulkan mencapai berat 5 kilogram dan rongsokan plastik 6 kilogram. Kata Gede Arya, sampah plastik tersebut ia dapat selain hasil pemilahan secara mandiri di rumahnya maupun milik tetangganya.
“Memilah dengan mengumpulkan sampah plastik baru dua minggu saya lakukan semenjak muncul penukaran sampah plastik menjadi beras yang dilakukan The Plastic Exchange bekerja sama dengan Baturiti Kedas Bersemi salah satu komunitas lingkungan di desa yang juga bergerak memerangi sampah plastik,” ucapnya.
Sementara itu Inisiator the plastic exchange I Made Janur Yasa mengatakan, penukaran sampah plastik dengan beras sebenarnya sudah dilakukan di Kabupaten Gianyar dengan hampir 13 banjar yang sudah mengikuti program ini dan kini mulai merambah ke Tabanan. “Sebenarnya kami bukan menonjolkan sisi penukaran sampah plastik dengan beras. Tetapi lebih kepada edukasi dan aksi masyarakat memerangi sampah dari sumbernya. Yakni skala rumah tangga dengan memilah sampah,” ungkapnya.
Dikatakan, ada tujuh jenis sampah yang dapat ditukar warga dengan beras. Diantaranya sampah plastik kresek, botol plastik, plastik dan botol basah, rongsokan plastik, kardus, kertas/buku, besi/metal hingga pihaknya menerima penukaran botol bir. Khusus di Desa Kukuh setiap penukaran sampah plastik dilakukan warga pihaknya menyipakan hampir 60-100 kilogram beras.
“Program ini akan kami lebih gencarkan di desa Kukuh Kerambitan Tabanan dan akan merambah desa-desa lainnya di Tabanan,” pungkasnya. (jon)








