
KLUNGKUNG – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung menegaskan tetap mempertahankan pembelajaran tatap muka di sekolah, meski pemerintah pusat tengah mengkaji kebijakan work from home (WFH) dan opsi pembelajaran daring sebagai langkah penghematan energi.
Kepala Disdikpora Klungkung, Ketut Sujana, Selasa (24/3/2026), menyatakan pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran bahwa pembelajaran daring kurang efektif dalam meningkatkan prestasi siswa.
Menurutnya, sistem daring membuat pengawasan terhadap siswa menjadi lemah dan berdampak pada menurunnya disiplin serta kualitas hasil belajar.
“Pembelajaran daring tidak efektif. Siswa cenderung ogah-ogahan mengerjakan tugas dan hasil belajarnya tidak maksimal,” tegasnya.
Sujana juga menilai alasan penghematan energi melalui pembelajaran daring belum relevan diterapkan di Klungkung. Ia menyebut penggunaan energi untuk aktivitas sekolah di daerah ini tidak signifikan, terlebih pemerintah daerah telah menyediakan program angkutan siswa gratis yang membantu menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Wacana WFH dan pembelajaran jarak jauh sendiri muncul sebagai opsi nasional untuk menekan konsumsi bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Namun hingga kini, pemerintah pusat belum mengeluarkan keputusan resmi terkait kebijakan tersebut. (yan)








