
KLUNGKUNG – Kondisi Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe di Kota Semarapura dikeluhkan warga setelah pelaksanaan lomba ogoh-ogoh pada Jumat (13/3/2026). Sehari setelah acara yang menyedot ribuan penonton tersebut, lapangan yang biasanya menjadi ruang publik untuk olahraga dan rekreasi itu tampak becek, berlumpur, dan dipenuhi sampah.
Keluhan masyarakat bahkan ramai di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan kondisi alun-alun yang semrawut. Video yang diduga direkam pada Sabtu (14/3/2026) itu memperlihatkan lapangan yang sebelumnya hijau berubah menjadi berlumpur dengan sampah berserakan, terutama di sisi timur alun-alun.
Dalam rekaman tersebut tampak tanah lapangan rusak akibat genangan air dan aktivitas massa yang memadati lokasi. Sampah plastik dan sisa aktivitas pengunjung terlihat masih tercecer di sejumlah titik.
Saat lomba ogoh-ogoh digelar, area alun-alun memang dimanfaatkan sebagai lokasi tenda pedagang UMKM yang melayani ribuan penonton. Namun setelah kegiatan selesai dan tenda dibongkar, area tersebut menyisakan tanah yang berlumpur dan terlihat tidak tertata. Parahnya, pihak penyelenggara tidak respon cepat membersihkan sampah yang berserakan paska kegiatan.
Kondisi ini memicu keprihatinan warga, terutama mereka yang rutin memanfaatkan alun-alun sebagai tempat berolahraga setiap hari.
Salah seorang warga Kota Semarapura, Gede Prama, berharap pemerintah daerah segera memperbaiki kondisi lapangan agar kembali nyaman digunakan masyarakat.
“Semoga saja bisa segera diperbaiki, terutama lapangannya yang rusak agar dirapikan kembali dan bisa kembali hijau seperti semula,” ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Wayan Suteja, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi setelah mendapat laporan terkait kondisi alun-alun.
Menurutnya, masalah sampah sudah ditangani oleh petugas kebersihan.
“Kemarin pagi (14/3/2026) saya di-WA oleh Bupati. Setelah itu saya langsung cek ke lapangan. Untuk sampah di alun-alun sudah dibersihkan,” ujar Suteja.
Sementara itu, kondisi lapangan yang berlumpur disebut terjadi karena tingginya jumlah pengunjung yang memadati lokasi acara, ditambah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut saat kegiatan berlangsung.
Kerusakan rumput juga diperparah oleh kendaraan yang masuk ke area lapangan untuk mengangkut ogoh-ogoh saat hujan turun.
“Kondisi itu terjadi karena banyak warga yang datang dan juga hujan deras. Saat hujan, ada mobil yang masuk ke lapangan untuk membawa ogoh-ogoh sehingga rumputnya rusak,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung agar perbaikan lapangan segera dilakukan.
“Saya sudah koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan akan segera diperbaiki,” katanya.
Ia menambahkan, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan di ruang publik agar ke depan tidak mengganggu fasilitas umum maupun estetika kawasan.
“Ini juga akan menjadi evaluasi kami setiap mengadakan acara agar menjadi perhatian, sehingga tidak mengganggu estetika lapangan,” pungkasnya.(yan)








