
DENPASAR – Hingga kini kejelasan penutupan TPA Suwung masih mengambang. Beberapa kali pemerintah pusat dan daerah melakukan rapat pembahasan, namun hasilnya masih nihil.
Seperti rapat yang dilakukan, Kamis (5/3/2026), Pemerintah pusat dan daerah kembali rapat membahasa penanganan sampah di Bali. Rapat koordinasi tertutup yang dipimpin langsung Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Denpasar.
Dalam rapat yang dimulai pukul 16.00 Wita hingga 17.20 Wita tersebut turut hadir Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, serta jajaran Forkopimda se-Bali.
Usai rapat Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan rapat tersebut terkait menajamkan langkah penanganan sampah di Bali. Fokus utama yang disepakati adalah mendorong pemilahan sampah langsung dari sumbernya, yakni di tingkat rumah tangga.
Menurut Koster, pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah strategi mengelola sampah dari hulu atau dari sumbernya melalui pemilahan secara masif di masyarakat.
“Soal bagaimana mengelola sampah di hulu di sumber dengan melakukan pemilahan secara masif di masing-masing rumah tangga, itu poinnya,” ujar Koster.
Ia menjelaskan, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat terkait pemilahan sampah.
“Kebijakan yang disarankan dari Menteri LH itu sosialisasi secara masif dalam waktu satu bulan,” katanya.
Sementara itu, terkait rencana penutupan permanen Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Koster menegaskan keputusan tersebut belum ditetapkan.
Saat ditanya apakah penutupan TPA Suwung akan diundur hingga Juni 2026, Koster mengatakan belum ada keputusan final.
“Belum, belum. Tunggu saja dulu,” ujarnya singkat.
Ia juga memastikan bahwa hingga saat ini TPA Suwung masih tetap beroperasi.
“Masih (dibuka,red),” kata Koster. (jay)








