
DENPASAR – Besarnya potensi warga Karangasem di perantauan menjadi perhatian Forum Semeton Karangasem (Sekar) Bali. Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar Sabtu (18/7/2026) di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Bali, forum ini menyusun sejumlah program strategis untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong kemajuan daerah asal.
Program kerja yang dirancang Forum Sekar mencakup jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang hingga 2029. Meski bergerak sebagai organisasi nonpartisan, forum ini menegaskan perannya sebagai wadah pemersatu warga Karangasem di perantauan serta penggerak pembangunan bagi tanah kelahiran.
Ketua Forum Sekar Bali, I Made Suniastha Amerta, mengatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan program yang menyentuh sektor pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Menurutnya, penguatan SDM menjadi kunci agar potensi alam dan budaya Karangasem dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Kami ingin menghadirkan program yang bersentuhan dengan dunia pendidikan untuk meningkatkan kapasitas SDM. Potensi alam dan budaya yang dimiliki Karangasem harus mampu dikembangkan sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Suniastha.
Dalam menjalankan program, Forum Sekar akan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Puri Agung Karangasem, akademisi, serta para praktisi. Kajian strategis akan dilakukan agar setiap program yang disusun benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat Karangasem, baik yang tinggal di kampung halaman maupun di perantauan.
Suniastha menyebut, keanggotaan Forum Sekar terbuka bagi seluruh warga yang memiliki ikatan dengan Karangasem. Meski pendataan masih terus dilakukan, keberadaan warga Karangasem di wilayah perkotaan dinilai sangat besar.
Di Kota Denpasar, misalnya, diperkirakan sekitar 32 persen penduduk memiliki latar belakang Karangasem, baik generasi kedua, ketiga, maupun pendatang yang telah lama menetap.
Sementara itu, Anggota DPD RI, I B Rai Dharmawijaya Mantra, mengapresiasi langkah Forum Sekar yang konsisten menghimpun warga perantauan untuk turut berkontribusi bagi pembangunan Karangasem.
Menurut Rai Mantra, Forum Sekar perlu menangkap berbagai peluang program pemerintah pusat, terutama di bidang pendidikan, pengembangan usaha, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kalau pendidikan spiritual dan keagamaan, Forum Sekar sudah berjalan baik. Kini perlu diperkuat hal-hal yang berkaitan dengan profesi, pembangunan usaha, serta penguatan modal budaya,” kata Rai Mantra.
Ia juga menilai Karangasem memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan pengemasan yang lebih spesifik agar memiliki daya tarik tersendiri.
Rai Mantra mendorong Karangasem menemukan karakter pariwisatanya sendiri atau niche market, sehingga tidak hanya mengikuti tren daerah lain.
“Daerah lain mungkin sudah banyak mengembangkan wellness tourism. Karangasem harus menemukan kekhasannya sendiri, apakah melalui konsep healing, tradisi aksara, budaya, atau potensi lainnya. Para ahli di Forum Sekar bisa mengolah gagasan ini menjadi langkah konkret,” ujarnya.
Melalui Rakerda ini, Forum Sekar berharap program yang dirumuskan mampu menjadi jembatan kolaborasi antara warga Karangasem di perantauan dengan pembangunan daerah asal, sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)








