
KLUNGKUNG – Pemkab Klungkung berupaya untuk mengakhiri persoalan banjir yang selama ini menjadi langganan warga Desa Kusamba, Kecamatan Dawan.
Salah satu langkah strategis yang segera direalisasikan adalah normalisasi tiga sungai di wilayah Desa Kusamba, yang selama bertahun-tahun kerap meluap saat musim hujan dan memicu genangan hingga banjir, terutama di kawasan bantaran Sungai Candi Gara.
Sebagai langkah awal, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra bersama Kepala Dinas PUPR Klungkung Made Jati Laksana telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi sungai.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati menyoroti kondisi sungai yang mengalami pendangkalan cukup parah akibat sedimentasi. Akibatnya, daya tampung sungai menurun drastis sehingga air mudah meluap ke pemukiman warga ketika hujan deras mengguyur.
Wakil Bupati Klungkung pun langsung memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk turun tangan melakukan normalisasi fungsi sungai dengan cara pengerukan. Langkah ini dipandang sebagai upaya mitigasi cepat untuk mengurangi risiko banjir dalam waktu dekat, terlebih intensitas hujan belakangan kembali meningkat.
Sementara itu, Perbekel Desa Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, menyambut baik rencana normalisasi tersebut dan berharap pelaksanaannya bisa dilakukan secepatnya. Ia mengaku kekhawatiran warga kembali meningkat seiring hujan yang kembali mengguyur wilayah Klungkung dan sekitarnya.
“Warga sangat berharap normalisasi ini segera dilaksanakan. Kami khawatir banjir kembali terjadi, apalagi cuaca belakangan tidak menentu,” ungkap Semadi dihubungi, Kamis (8/1/2026).
Ia mengenang, dalam beberapa kejadian banjir sebelumnya, ratusan warga Banjar Pancingan bahkan sempat dua kali diungsikan ke balai banjar karena rumah mereka diterjang banjir cukup parah. Peristiwa itu menjadi trauma tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
“Banjir datang cepat dan air langsung masuk ke rumah warga. Waktu itu ratusan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan,” tambahnya.
Kepala Dinas PUPR Klungkung Made Jati Laksana, saat dikonfirmasi, menjelaskan terdapat tiga titik lokasi sungai yang akan ditangani oleh Pemkab Klungkung melalui program normalisasi. Ketiga sungai tersebut yakni Sungai Candi Gara yang melintasi Banjar Pancingan, Banjar Manggis, dan Banjar Anyar. Sungai Lobong yang melintasi Banjar Rame dan Banjar Tengah, serta Sungai Karangdadi yang berlokasi di Dusun Karangdadi.
“Saya mendampingi Pak Wakil turun melakukan pengecekan. Rencananya tiga sungai itu akan dinormalisasi. Pak Wakil sudah memerintahkan BPBD untuk turun tangan,” jelas Jati Laksana.
Terpisah, Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada membenarkan bahwa Pemkab Klungkung akan segera menangani normalisasi sungai di Desa Kusamba, Desa Pikat, dan Desa Pesinggahan. Menurutnya, langkah tersebut bersifat mitigasi bencana sehingga dapat menggunakan anggaran yang tersedia di BPBD.
“Ini sifatnya mitigasi. Setelah dilakukan pembicaraan dan koordinasi dengan sejumlah OPD terkait, dananya dibenarkan menggunakan anggaran BPBD. Sesuai arahan Pak Bupati, warga harus diselamatkan dari ancaman banjir,” tegas Widiada.
Ia menambahkan, jika tidak ada kendala, eksekusi normalisasi sungai ditargetkan bisa dimulai pada minggu ketiga Januari. Saat ini, BPBD masih melakukan perhitungan terkait kebutuhan anggaran, termasuk biaya sewa alat berat dan operasional lainnya selama proses normalisasi berlangsung.
“Sekarang kami masih menghitung kebutuhan biaya, mulai dari sewa alat berat hingga operasional di lapangan. Mudah-mudahan sesuai target bisa segera dieksekusi,” pungkasnya. (yan)








