
JAKARTA – Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, menerima audiensi Ketua Pengprov Percasi Bali periode 2025–2029, I Nyoman Parta, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2025) siang.
Dalam pertemuan yang berlangsung pukul 13.30 WIB tersebut, Nyoman Parta didampingi Wakil Ketua I Nyoman Sutarjo dan Wakil Ketua II Paskalis Budy Hartono. Mereka menyampaikan rencana pelantikan kepengurusan baru Percasi Bali yang dijadwalkan pada 26 Oktober 2025 di Hotel Inna, Jalan Veteran, Denpasar.
Pelantikan tersebut akan dirangkaikan dengan coaching clinic dan catur simultan bersama GM Susanto Megaranto. Kegiatan ini diharapkan memberikan inspirasi bagi para pecatur muda Bali untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Sebelum pelantikan, pada 19 Oktober 2025, Percasi Bali juga akan menggelar Kejuaraan Catur Pelajar se-Bali untuk tingkat SD, SMP, dan SMA di Wantilan Pura Dalem, Desa Adat Guwang, Gianyar. Turnamen ini menjadi bagian dari program Chess Goes to School, yang bertujuan memperkenalkan catur sejak dini ke lingkungan sekolah di seluruh Bali.
Dalam kesempatan audiensi tersebut, Utut Adianto memberikan sejumlah arahan penting kepada jajaran pengurus baru Percasi Bali. Ia mengapresiasi inisiatif program pembinaan yang telah disusun dan menekankan agar sepuluh besar pemenang di setiap kategori turnamen pelajar mendapat pembinaan dan pelatihan berkelanjutan.
Utut juga menegaskan pentingnya konsistensi dalam pembinaan, mengingat Bali memiliki banyak bibit muda yang antusias dan potensial. Ia mendorong agar turnamen rutin digelar minimal tiga kali setahun, baik oleh Pengprov maupun komunitas catur seperti yang pernah dilakukan oleh komunitas Maranatha.
Selain itu, Utut mengusulkan agar Bali menyelenggarakan Turnamen Catur Klasik Tingkat Nasional berstandar FIDE Rated sebagai langkah peningkatan kualitas dari turnamen catur cepat dan kilat yang selama ini sering digelar. Ia juga mendorong penyelenggaraan Bali Open International Chess Tournament sebagai bagian dari rangkaian turnamen internasional di Asia Tenggara, sekaligus mendukung sport tourism di Bali.
Tak hanya fokus pada atlet, Utut juga menekankan pentingnya pembinaan bagi para pelatih catur agar kualitas kepelatihan di Bali semakin meningkat. Ia memberikan amanat strategis agar kepengurusan baru Percasi Bali dapat melahirkan Grand Master pertama dari Bali, yang diharapkan menjadi pemicu lahirnya master-master berikutnya.
Dalam audiensi tersebut turut hadir FM Fabian Glen Mariano asal Denpasar yang baru saja meraih Norma Pertama International Master (IM Norm). Kehadirannya menjadi simbol harapan baru bagi kebangkitan catur Bali di kancah nasional maupun internasional.
Audiensi berlangsung hangat, diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama antara PB Percasi dan jajaran pengurus baru Percasi Bali. (dha)








