
GIANYAR – Ratusan warga terdampak banjir di Kabupaten Gianyar masih menunggu bantuan yang layak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar mengaku kekurangan sekitar 400 paket bantuan, yang rencananya akan disalurkan kepada keluarga yang rumahnya terdampak banjir.
Paket bantuan itu meliputi kebutuhan dasar seperti sembako, selimut, hingga alat kebersihan. Namun, hingga Selasa (16/9/2025), BPBD Gianyar masih berupaya menghimpun dukungan dari berbagai pihak agar seluruh korban bencana bisa segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan bantuan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya benar-benar terdampak banjir. Penerima bantuan akan dicatat atas nama kepala keluarga untuk memastikan distribusi lebih tertib.
“Di Kecamatan Sukawati ada 129 korban, sementara di Blahbatuh dan Gianyar sekitar 400 rumah terdampak banjir. Bantuan kami fokuskan pada mereka yang rumahnya rusak atau terendam. Saat ini kami masih menunggu update data dari tiga kecamatan lain agar distribusi lebih tepat sasaran,” jelas Dibya Presasta, Selasa (16/9/2025)
Status Tanggap Darurat
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gianyar telah menetapkan status Tanggap Darurat Hidrometeorologi sejak 10 hingga 17 September 2025. Status ini ditetapkan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Dengan adanya status tanggap darurat, Pemkab Gianyar dapat mengerahkan sumber daya secara cepat, mulai dari tenaga, logistik, hingga pendirian posko darurat. Salah satunya adalah Posko Tanggap Darurat di Kantor Camat Sukawati, yang dijadikan pusat koordinasi penanganan bencana sekaligus layanan masyarakat terdampak.
Dampak Hujan Ekstrem
Hujan deras yang mengguyur Gianyar selama dua hari berturut-turut sejak 9–10 September 2025 memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah titik. Ratusan rumah terendam, akses jalan tertutup material longsor, hingga memaksa sebagian warga mengungsi.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, instansi terkait, hingga relawan kebencanaan langsung turun melakukan evakuasi warga, membersihkan material longsor, serta menyalurkan bantuan darurat. Meski demikian, keterbatasan logistik masih menjadi tantangan utama dalam penanganan di lapangan.
Ajakan Gotong Royong
Sekretaris Daerah Gianyar, Gusti Bagus Adi Widhya Utama, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam situasi darurat ini. Menurutnya, kebersamaan dan kerja cepat dari seluruh elemen masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana.
“Kebersamaan dan kerja cepat lintas sektor sangat penting agar penanganan darurat berjalan efektif. Masyarakat harus tetap terlindungi. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada TNI/Polri, relawan, organisasi masyarakat, hingga media yang sudah mendukung penanggulangan bencana ini,” ujarnya.
Ia berharap, semangat gotong royong bisa menjadi kekuatan Gianyar untuk bangkit.
“Dengan kebersamaan, kami berharap Gianyar tidak hanya selamat menghadapi bencana kali ini, tetapi juga semakin tangguh di masa depan,” katanya.
Penanganan Berlanjut
Hingga Selasa (16/9/2025), proses penanganan banjir dan longsor masih terus dilakukan. BPBD bersama aparat TNI/Polri dan warga setempat bahu membahu melakukan pembersihan serta pendataan ulang kebutuhan korban.
Di tengah keterbatasan logistik, semangat gotong royong antara petugas dan masyarakat menjadi penopang utama. Harapannya, kekurangan bantuan dapat segera teratasi sehingga seluruh korban bisa kembali bangkit menata kehidupan setelah bencana. (yan)








