
KLUNGKUNG – Di balik gemerlap ajang Porprov Bali XVI 2025, ada kisah inspiratif dari seorang atlet muda yang kesehariannya akrab dengan adonan tepung dan wajan penggorengan. Dialah Karina Aditya Dwipayani, atau yang akrab disapa Tyak, penjual jajan tradisional yang berhasil menyumbangkan dua medali emas sekaligus bagi Kontingen Pickleball Kabupaten Klungkung.
Bagi Tyak, perjalanan menuju podium juara bukan sekadar hasil latihan keras di lapangan, tetapi juga buah dari ketekunan dalam hidup sederhana. Saat tidak sedang bertanding, gadis kelahiran Sumbawa, 26 Mei 2005 itu, tinggal di Perumahan Santi Rahayu Sulang dan kerap membantu ibunya membuat jajanan tradisional. Rutinitas itu justru mengasah ketekunan, yang kemudian terbawa dalam karier olahraganya.
Di GOR Kompyang Sujana Denpasar, Senin (15/9/2025), Tyak membuktikan diri sebagai salah satu bintang Porprov Bali XVI. Ia meraih emas di nomor tunggal putri dan emas kedua di nomor ganda campuran bersama I Gusti Ngurah Alit Putra Hariwibawa. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Klungkung sebagai kontingen yang diperhitungkan dalam cabang olahraga pickleball.
“Pengalaman di luar negeri sangat penting, selain mengejar prestasi juga untuk belajar teknik baru,” ujar Tyak usai bertanding dengan wajah penuh semangat.
Jejak Panjang di Dunia Olahraga
Meski baru aktif di pickleball sejak 2023, Tyak bukan sosok asing di dunia olahraga raket. Sebelumnya ia sempat menekuni tenis sejak 2021. Dalam dua tahun terakhir, Tyak bahkan sudah malang melintang di berbagai turnamen internasional, mulai dari Malaysia, Hong Kong, Thailand, China, Vietnam, hingga India.
Langkahnya di kancah internasional didukung sponsor Esm Malaysia, yang membantu dalam pembiayaan serta pencarian event. Dukungan itu dimanfaatkan Tyak bukan hanya untuk memburu medali, tetapi juga untuk memperkaya teknik dan pengalaman.
Anak Penjual Jajan dengan Mimpi Besar
Tyak adalah anak keempat dari pasangan I Ketut Suartika dan Endang Zubaedah. Di mata orang tuanya, ia tetaplah gadis sederhana yang setiap pagi membantu membuat jajan. Namun, di arena pertandingan, ia menjelma menjadi atlet tangguh yang mampu menaklukkan lawan-lawannya.
“Besok terakhir masih ada beregu perempuan, semua bisa juara,” katanya penuh harap.
Pickleball, Olahraga Baru yang Tumbuh Pesat
Pickleball sendiri merupakan olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis, bulu tangkis, dan pingpong. Dengan dayung padat dan bola plastik berlubang, olahraga ini dimainkan di lapangan sebesar bulu tangkis dan bisa secara tunggal maupun ganda. Di Indonesia, pickleball berkembang pesat dan mulai digandrungi generasi muda.
Prestasi Tyak menjadi bukti nyata bahwa Klungkung tidak hanya melahirkan seniman dan budayawan, tetapi juga atlet tangguh yang bisa mengangkat nama daerah lewat cabang olahraga baru.
Bagi Tyak, medali emas yang diraihnya bukan sekadar kebanggaan pribadi, melainkan juga motivasi agar pickleball semakin populer di Klungkung dan Bali. Dari dapur jajanan tradisional hingga panggung internasional, Tyak membuktikan bahwa kerja keras, kesederhanaan, dan semangat juang bisa melahirkan prestasi yang luar biasa. (yan)








