
KLUNGKUNG – Sisa lumpur dan genangan air masih terlihat di sejumlah rumah warga Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kamis (11/9/2025), sehari setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut.
Warga Banjar Pancingan yang terdampak paling parah mulai membersihkan lumpur tebal dari lantai rumah, kamar, hingga perabotan. Sebagian baru kembali dari pengungsian di bale banjar setempat.
“Sekitar jam satu dini hari air tiba-tiba naik. Kami sekeluarga lari menyelamatkan diri ke bale banjar,” tutur Kadek Cintia Dewi, warga Banjar Pancingan. Ia menyebut banjir kali ini yang terparah dalam empat tahun terakhir.
Kisah serupa dialami Ni Nengah Bakti, pedagang yang warungnya berada di tepi Sungai Candigara. Beberapa barang dagangannya hanyut terbawa arus.
“Saat air makin tinggi, saya bersama anak dan cucu mengungsi ke sanggah yang lebih tinggi,” ujarnya.
Perbekel Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, menyebut ada empat banjar terdampak, Anyar, Pancingan, Bingin, dan Mangis. Air cukup deras membuat kepanikan warga.
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, melaporkan 261 jiwa dari 60 KK dievakuasi. Petugas bersama TNI, Polri, dan relawan masih membantu warga membersihkan fasilitas umum.
Meski banjir menyisakan kerugian material dan trauma, warga Kusamba mulai bangkit dengan semangat gotong royong. Mereka berharap penanganan serius dan berkala di bantaran Sungai Candigara agar musibah serupa tidak terulang. (yan)








