
DENPASAR – Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menyebut ada 158 orang demonstran yang diamankan dalam aksi unjuk rasa berujung ricuh depan Markas Polda Bali dan gedung DPRD Bali, Sabtu (30/8/2025).
Setelah dimintai keterangan di Direktorat Reskrimum Polda Bali, 155 orang diperbolehkan pulang pada Minggu (31/8/2025).
“Ada sekitar 158 orang yang diamankan lalu diperiksa untuk diketahui perannya masing-masing. Hasil pemeriksaan, peran 155 orang ini tidak begitu signifikan dalam demo kemarin di Renon,”ujar Kombes Ariasandy, Senin (1/9/2025).
Sementara, tiga orang masih diperiksa intensif. Mereka berinisial IMR (18) dan IMF(18) yang membawa bom molotov, serta ATP (20) yang diduga mencuri gas air mata polisi.
Ironisnya, Kombes Kombes Ariasandy menyebut sebagian besar peserta aksi demo yang diamakan berstatus pelajar SMA. Mereka mengaku ikut-ikutan karena diajak, dan ada juga dibayar Rp 50 ribu oleh oknum mengaku mahasiswa.
“Kami sudah panggil orang tuanya agar diberikan pembinaan,” tegasnya.
Ditanya kondisi 8 polisi dan 2 warga sipil yang mengalami luka-luka, mantan Kabid Humas Polda NTT ini mengatakan kondisinya sudah membaik di RS Bhayangkara Trijata.
“Mereka terkena lemparan batu dan kondisinya sudah membaik,”ungkapnya.
Terkait kondisi keamanan di Bali, Kombes Ariasandy menegaskan sudah kondusif dan pihaknya belum menerima informasi adanya unjuk rasa lanjutan. Kendati demikian, Polda Bali bersama TNI tetap siaga.
“Kami terus memantau objek sasaran aksi demonstrasi, yaitu Mako Polri dan Kantor DPRD,”tegasnya. (dewa umbara)








