
GIANYAR – Tren penggunaan rokok elektronik atau vape yang awalnya dianggap lebih modern dan aman dibandingkan rokok konvensional kini menimbulkan kekhawatiran besar.
Peredaran vape tidak lagi sebatas fenomena gaya hidup, melainkan berkembang menjadi ancaman serius setelah terungkap adanya indikasi penyalahgunaan vape yang mengandung zat narkotika berbahaya.
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengambil tindakan tegas adanya indikasi modus baru dalam peredaran narkoba, yakni mencampurkan zat berbahaya seperti etomidate dan ketamin ke dalam cairan vape. Zat ini menyebabkan penggunanya kehilangan kesadaran dan keseimbangan, bahkan dijuluki “Zombie Vapes” karena efeknya yang ekstrem dan merusak mental.
Sejalan dengan instruksi BNN RI, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar bergerak cepat dengan menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta guru dan pembina KSPAN (Kelompok Sadar Narkoba) di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi.
Kolaborasi ini dilakukan untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin terselubung dan menyasar pelajar melalui produk yang terlihat “aman”.
Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si, Selasa (26/8/2025) menegaskan dunia pendidikan tidak boleh abai terhadap bahaya ini. Vape yang terlihat seolah hanya sebagai produk gaya hidup, ternyata bisa menjadi sarana penyebaran narkoba yang sulit terdeteksi.
“Guru harus jadi mata dan telinga di sekolah. Vape yang terlihat biasa saja ternyata bisa mengandung narkotika. Ini sangat berbahaya karena pelajar tidak menyadarinya,” tegas Sudirman, Selasa (26/8/2025).
Ia menekankan guru memiliki peran ganda, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga pelindung moral dan masa depan anak-anak bangsa. Oleh karena itu, mereka harus peka terhadap modus-modus baru peredaran narkotika.
Gerakan P4GN Jadi Fokus Utama
Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digalakkan BNN di seluruh Indonesia.
Dalam konteks Kabupaten Gianyar, program ini dijalankan dengan pendekatan preventif melalui edukasi yang masif ke sekolah-sekolah dan komunitas.
BNNK Gianyar tidak hanya mengedukasi pendidik tentang bahaya narkoba, tetapi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang bebas narkoba.
“Perlindungan terhadap generasi muda adalah tanggung jawab bersama. Kita tidak boleh kalah dari modus para pelaku yang semakin canggih,” tambah Sudirman.
BNNK Gianyar mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan anggapan rokok elektrik pasti aman. BNNK Gianyar mengajak masyarakat senantiasa waspada karena di balik kemasan modern dan aroma wangi, vape berpotensi menjadi pintu masuk narkotika. (yan)








