
Untuk diketahui, peristiwa awalnya terjadi sekitar pukul 00.15 Wita. Korban terjatuh dan tenggelam ketika melakukan pengecekan kapal di Dermaga Tanjung Benoa. Rekan korban sempat berupaya melakukan pencarian, namun hasilnya nihil. Selanjutnya mereka melaporkan kejadian tersebut kepada Polair Benoa.
Basarnas Bali sendiri, baru menerima laporan pada pukul 05.35 Wita. Korban selanjutnya diketahui bernama Bangga (23), dengan alamat di KP Tegal Danas, Cikarang Pusat, Bekasi.
Begitu menerima laporan, 8 personel langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian. Di sisi lain, koordinasi tetap dilakukan bersama BPBD Kabupaten Badung, Polair Benoa, dan pemilik kapal.
“Pada pagi hari pukul 07.30 Wita, kita sudah melakukan penyelaman sorti pertama. Setelah itu, kita mencari dengan menggunakan alat Aquaeye,” terang Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Bali, Wayan Juni Antara.
Penyelaman sorti pertama dilakukan oleh 3 orang personel. Karena hasilnya nihil, setelah berselang tiga jam, kembali dilakukan penyelaman sorti kedua. Tapi sayang, hasilnya masih juga nihil. “Kesulitan-kesulitan yang kami alami berupa arus bawah dari Perairan Tanjung Benoa yang cukup kuat dan banyaknya kapal-kapal besar yang sandar,” imbuhnya.
Tidak menyerah, Basarnas Bali kemudian melakukan penyelaman sorti ketiga. Alhasil, sekitar pukul 15.10 Wita, korban akhirnya ditemukan. Yaitu pada 20 meter arah barat dari lokasi kejadian, di kedalaman kurang lebih 15 meter. “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya sembari mengabarkan bahwa korban kemudian dibawa ke RSUP Prof Ngoerah menggunakan ambulans Al Mandiri. (adi)








