
BADUNG – Bali bisa dikatakan memiliki peranan penting dalam konektivitas pariwisata di Labuan Bajo. Penerbangan Bali-Labuan Bajo rutin dilaksanakan, salah satunya oleh maskapai Indonesia AirAsia.
General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab yang kemudian dihubungi via ponsel pada Minggu (3/8/2025) mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2024, total terdapat 3.643 penerbangan dengan rute Denpasar-Labuan Bajo. Dengan jumlah pergerakan penumpangnya yang mencapai angka 509.379 orang.
“Pergerakan penumpang ini dilayani 4 maskapai domestik, yaitu Indonesia AirAsia, Batik Air, Garuda Indonesia, dan Trans Nusa,” singkatnya.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Akhmad Sadikin mengungkapkan, Labuan Bajo merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Dari Grup AirAsia sendiri, kini dilayani dua rute penerbangan domestik oleh Indonesia AirAsia dan satu rute internasional oleh AirAsia Malaysia dari dan menuju Labuan Bajo. Untuk rute domestik menghubungkan Bali-Labuan Bajo dan Jakarta-Labuan Bajo, sedangkan untuk rute internasional menghubungkan Kuala Lumpur-Labuan Bajo.
“Sepanjang tahun 2024, baik Indonesia AirAsia (QZ) maupun AirAsia Malaysia (AK) secara keseluruhan telah membawa lebih dari 188 ribu wisatawan asing ke Labuan Bajo. Dengan mayoritas berasal dari Cina, Perancis, dan Jerman,” ungkapnya di sela peluncuran livery bertema Labuan Bajo, di Bandara I Gusti Ngurah Rai, belum lama ini.
Dari data tersebut, diakui bahwa saat ini pasar mancanegara memang mendominasi. Karenanya, atas kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan domestik ke Labuan Bajo.
Terpisah, Plt Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono mengungkapkan, Labuan Bajo semakin dikenal dunia sejak pelaksanaan KTT G20 dan KTT ASEAN ke-42. Dan tahun 2024 lalu, tercatat sudah 411 ribu wisatawan datang ke Labuan Bajo. Diakuinya, hal itu tidak terlepas dari peran AirAsia yang sudah membuka rute Jakarta, Bali, dan Kuala Lumpur ke Labuan Bajo. “Mudah-mudahan ke depan bisa dari Australia juga. Karena Australia pasarnya sudah mulai banyak,” ungkapnya.
Seiring perkembangan, Labuan Bajo juga diharapkan dapat menjadi Hub menuju Ende, Ruteng, Maumere, dan sekitar Kupang. Dengan demikian, length of stay wisatawan juga bisa lebih panjang. (adi)








