
GIANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar terus berupaya mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan pariwisata Ubud yang selama ini menjadi keluhan utama wisatawan dan masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan melakukan pelebaran jalan, termasuk di wilayah Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud. Kawasan ini selama ini menjadi salah satu titik kemacetan parah, terutama saat jam sibuk dan musim liburan.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra usai mengikuti Paripurna DPRD, Senin (28/7/2025) menyampaikan, kemacetan di Ubud tidak bisa divonis karena satu faktor, seperti banyaknya mode transportasi online.
Salah satu faktor penyebab yang memicu kemacetan kata Bupati, karena kondisi jalan di Kabupaten Gianyar rata-rata kurang lebar. Di sisi lain laju pertumbuhan kendaraan perkembangannya luar biasa.
“Yang kita lakukan sekarang, walaupun mungkin tak bisa mengurangi 100 persen kemacetan, mungkin 10 sampai 20 persen, yaitu kita lakukan dengan pengaturan (arus lalu lintas), penempatan satgas,” kata Bupati Mahayastra.
Ia menambahkan, untuk mendukung proyek pelebaran jalan, tahun 2025 Pemkab Gianyar sudah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk kegiatan pembebasan lahan, salah satunya ruas jalan Peliatan ke utara sampai ke timur (area Pejeng).
Mahayastra menyadari pelebaran jalan ini adalah langkah berani dan perlu, meskipun harus melalui proses panjang dan cukup berat di lapangan. Ia menyebut konsekuensi dari proyek pelebaran ini adalah harus menggusur bangunan milik warga dan bekas Bale Banjar Ambengan.
“Kami lakukan pelebaran jalan bahkan sampai menggusur bangunan warga dan bangunan bekas bale banjar. Ini bukan keputusan yang mudah, tapi harus dilakukan demi kepentingan jangka panjang,” tegas Mahayastra.
Dengan pelebaran pada ruas jalan rata-rata 3-4 meter tersebut diharapkan perempatan yang di depan Patung Arjuna ke arah timur tidak lagi diberlakukan satu arah melainkan arus normal dua arah.
Selain pada ruas jalan tersebut, sejumlah simpang di wilayah Ubud pun kata Bupati sedang ditangani untuk mengurai kemacetan. Kebijakan strategis ini tidak semata berdampak pada aspek sosial, juga berimbas pada kondisi anggaran Pemkab Gianyar.
Anggaran Pemkab banyak tersedot untuk keperluan belanja infrastruktur. Bupati dua periode ini menyebutkan, APBD Kabupaten Gianyar mengalami defisit, karena pada APBD Induk tahun 2025 Pemkab mengalokasikan anggaran mencapai Rp 140 miliar untuk penanganan infrastruktur jalan, tapi yang dikerjakan sebesar Rp 220 miliar. Ada sekitar 80 titik ruas jalan yang harus ditangani tahun ini.
Saat ini, lanjut Bupati sudah memasuki proses seperti melibatkan Tim Appraisal untuk menentukan harga tanah yang dibebaskan. Sejumlah bangunan yang terkena jalur pelebaran akan dibebaskan sesuai aturan.
Untuk mendukung kelancaran proyek ini, Pemkab Gianyar juga telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga terdampak.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Gusti Ngurah Suastika dikonfirmasi menyatakan hal serupa. Ia menyampaikan saat ini masih dalam proses perencanaan di Dinas PUPR, sehingga dirinya belum bisa memastikan seberapa banyak bangunan milik warga yang terkena proyek pelebaran.
“Nanti ada desain sesuai kebutuhan lahan, setelah itu baru kita bisa memastikan mana saja yang akan dibebaskan,” kata Gusti Suastika.
Sementara Kelian Adat Banjar Ambengan,Desa Peliatan Ida Bagus Putu Erawantara,ST dikonfirmasi mengatakan sempat ada sosialisasi dari Pemkab terkait proyek pelebaran.
Menurutnya, bekas bale banjar yang terkena proyek perluasan luasnya sekitar 1 are dan pada prinsipnya warga sudah sepakat mendukung rencana pemkab.
“Sosialisasi sempat. (saat ini) menunggu disampaikan ke masyarakat. Tapi dari masyarakat sudah sepakat,” kata Ida Bagus Putu Erawantara.
Sebelumnya, Kadis Perhubungan I Made Arianta mengatakan guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik di Ubud, pihaknya melakukan rekayasa arus lalu lintas.
Salah satunya di kawasan Simpang Tiga Pasar Sayan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Rekayasa ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi lalu lintas yang menunjukkan kemacetan kronis di ruas Jalan Raya Sayan hingga Jalan Raya Tebongkang. (yan)








