
GIANYAR – Kabupaten Gianyar kembali menjadi sorotan dunia dengan menjadi tuan rumah ajang internasional Asia Pacific Convention Bonsai and Suiseki Exhibition, yang digelar di Alun-alun Gianyar, 15-26 Juli 2025.
Pameran yang menggabungkan seni tanaman kerdil (bonsai) dan batu alam artistik (suiseki) ini menghadirkan ratusan karya dari para seniman bonsai dan suiseki terbaik di tanah air serta delegasi (kolektor) dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Kegiatan bergengsi ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gianyar, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), dan organisasi internasional Asia Pacific Bonsai and Suiseki Alliance (ASPAC).
Bupati Gianyar I Made Mahayastra didampingi Ketua PPBI Gianyar, Gusti Bagus Adi Widhya Utama, Kamis (17/7/2025) sempat keliling meninjau pameran. Bupati Mahayastra juga mengikutsertakan koleksi bonsainya pada ajang tersebut serta melihat para juri Internasional menilai ratusan pohon yang menghiasi Alun-alun Kota Gianyar.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keindahan dan teknik perawatan bonsai serta suiseki, tetapi juga wahana edukasi dan pertukaran budaya antarnegara. Sejumlah workshop, seminar, hingga demonstrasi langsung oleh master bonsai dunia turut digelar, memperkaya pengalaman pengunjung dan pecinta seni taman miniatur.
Bupati Mahayastra mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Gianyar sebagai tuan rumah. Ia mengatakan pada akhirnya idaman semua insan bonsai Gianyar dan Bali pada umumnya bisa terwujud untuk melaksanakan pameran atau kontes Internasional di Gianyar Bali.
“Merupakan sejarah kita bisa mengadakan Aspac di Kabupaten Gianyar dengan perjuangan yang luar biasa. Sampai saya sendiri ikut melobi, meyakinkan panitia di Filipina dan akhirnya kita dipercaya. Atas kerja keras juga, sekarang hampir seluruh kolektor bonsai secara nasional tampil di Gianyar itu kebanggaan bagi kita semua,” tandas Bupati Mahayastra.
Selain menghadirkan pelaku seni dari dalam negeri, kegiatan ini juga diramaikan oleh peserta dari Amerika Serikat, Australia dan sejumlah negara lain. Keikutsertaan mereka menambah nilai prestisius dari pameran ini sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.
Mahayastra menyatakan, pameran nasional yang rutin dilaksanakan di Gianyar juga menjadi pertimbangan pihak panitia mempercayakan kepada Kabupaten Gianyar sebagai tuan rumah ASPAC 2025.
ASPAC tidak hanya pameran bonsai, namun juga ada konvensi atau ASPAC Meeting dari peserta delegasi yang berjumlah 132 dari berbagai belahan negara, untuk menentukan tuan rumah ASPAC 2 tahun berikutnya. Yang tidak kalah menarik adalah demo bonsai yang dilakukan oleh 14 trainer bonsai dari luar negeri. Yang spesial adalah demo oleh Nakajima dari Jepang yang merupakan trainer terbaik dunia.
Bupati dua periode ini menambahkan, event ini tak hanya menjadi ajang prestisius, pameran ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Gianyar.
Bupati Gianyar juga menyempatkan diri melihat bursa bonsai yang ada di sekitaran Alun-alun dan Balai Budaya, bahkan Bupati Mahayatra juga membeli beberapa bahan bonsai untuk koleksinya.
Pameran Asia Pacific Convention Bonsai and Suiseki Exhibition ini diharapkan mampu semakin memperkuat posisi Gianyar sebagai destinasi budaya kelas dunia. (yan)








