
BULELENG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bali gencarkan pendidikan politik (Dikpol) bagi kader maupun generasi muda, terutama kalangan mahasiswa.
Ini sebagai kewajiban dari partai politik (parpol) dalam mengimplementasikan program pemerintah melalui bantuan dana kepada parpol (banpol) dari Pemprov Bali, Dikpol yang dilaksanakan pada seluruh kabupaten/kota di Bali.
Juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap politik sebahai salah satu cerminan demokrasi dan kualitas parpol, khususnya Partai Golkar Bali yang akan segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2025.
“Jadi, Dikpol di Buleleng kelihatan khusus, karena dari 9 Dikpol di kabupaten/kota, di Buleleng khusus kita laksanakan di kampus. Kalau yang lain, pelaksanaannya ada yang di hotel ada uang di DPD,” tandas Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Kory usai membuka kegiatan di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Minggu (6/7/2025).
Sugawa yang mengapresiasi kehadiran peserta hingga mencapai 200 orang menyatakan dikpol dilaksanakan sebagai kewajiban atas bantuan dana yang diberikan Pemprov Bali kepada partai politik.
“Dikpol ini kita laksanakan sebagai kewajiban, jadi kewajiban kita di provinsi, karena dananya sudah cair dan kita ingin menggunakan dana tersebut sesuai dengan peruntukannya, sesuai mekanisme administrasi keuangan yang berlaku,” terangnya.
Melihat respons mahasiswa terhadap dikpol, kemudian dialog yang demikian tajam, Partai Golkar memastikan kegiatan ini terus berkelanjutan.
“Bagi kami di Golkar Bali adalah output yang ingin kita capai terwujudnya partai yang semakin solid, terwujudnya SDM berkualitas ditentukan tiga hal yakni pendidikan, pengalaman dan spiritual, pendalaman srada. Bagi kami tiga hal ini yang ditekankan, dan pendidikan politik ini bukan hanya mahasiswa tapi juga petani atau pengusaha muda, sehingga sasaran soliditas, kualitas SDM dan penegakan komitmen tercapai,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan Musda Partai Golkar Bali, Sugawa menyatakan sudah mendapat informasi dari Wakil Ketua Umum Wilayah Timur DPP Partai Golkar terkait pelaksanaan Musda pada tanggal 13 Juli 2025.
“Walaupun belum ada surat resmi, tapi kita sudah menyiapkan diri. Jadi kami akan melaksanakan Musda dalam suasana yang terbaik, besok akan merapatkan pelaksanaan Musda itu dan intinya Bali siap,” tegasnya.
Tentang pencalonan, Sugawa menyatakan sebagai partai terbuka, Partai Golkar memberikan kesempatan kepada siapapun untuk memimpin.
“Golkar itu kan partai yang sangat terbuka, siapapun boleh dan Golkar itu tidak tergantung lokomotifnya, seperti pidato tadi saya katakan, Golkar itu siapapun memimpin jalan, mau pak Airlangga jalan, mau pak Setia Novanto jalan, pak Airlangga diganti Pak Bahlil juga jalan,” tegasnya.
Selain sesuai arahan Ketua Umum, syarat yang harus dipenuhi sebagai calon adalah mendapatkan dukungan minmal 30 % dari 15 suara pemilih.(kar/jon)








