
BULELENG – Banyak yang telah disiapkan dan dilakukan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna dalam mewujudkan tujuan pembangunan Kabupaten Buleleng yang Produktif, Adaptif, Tuntas, Emansipatif dan Nyata (Paten).
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyiapkan rencana strategis terintegitas dengan program pembangunan pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah pusat berupa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Buleleng tahun 2025-2030.
Dalam 100 hari kepemimpinan paska pelantikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tanggal 20 Februari 2025 lalu, Bupati Sutjidra bersama Wabup Supriatna juga telah merealisasikan sejumlah program prioritas sesuai visi dan misinya dalam memimpin Kabupaten Buleleng periode 2025-2030.
“Upaya mendorong alselerasi pembangunan berbasis aksi kongkret sudah kita lakukan dalam 100 hari kepemimpinan, antara lain penataan organisasi serta aparatur pemerintahan, serta beberapa program prioritas sesuai visi misi dan tagline Buleleng Paten,” tandas Bupati Sutjidra saat menggeber capaian program 100 hari kepemimpinan di Rumah Makan Ranggon Sunset Pantai Penimbangan, Minggu (1/6/2025).
Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gede Suyasa dan Kadiskominfosanti Ketut Suwarmawan, Bupati Sutjidra dan Wabup Gede Supriatna memaparkan aksi nyata pembangunan bidang seni budaya dalam mewujudkan nafas baru pariwisata berupa revitalisasi kesenian tradisional.
“Selain menjadikan Seni Budaya lokal sebagai jiwa dalam setiap kegiatan masyarakat di Buleleng, dengan pementasan mingguan Gong Kebyar, Janger Kolok dan kesenian legendaris lainnya di panggung yang telah disediakan, kami tidak hanya memberi nafas panjang pelaku seni budaya tapi juga sekaligus magnet pariwisata,” tandasnya.
Dalam memberikan perlindungan nyata bagi warga masyarakat, telah disiapkan layanan darurat dan kesehatan berupa program Ambulans Jenasah Gratis.
“Program yang dilouncing sejak Februari 2025 sudah melayani 71 warga tidak mampu. Ini sebagai wujud keadilan sosial, tidak boleh ada keluarga yang terbebani biaya pemulangan jenazah,” tandasnya.
Selain itu, dua unit tambahan Buleleng Emergency Service (BES) senilai Rp1 miliar yang juga diperkuat untuk respons darurat, serta UHC dijamin tanpa potongan.
“Sehingga masyarakat khususnya bagi warga tidak mampu tetap merasakan manfaat program JKN ini,” lanjutnya.
Insentif Revolusioner, lanjut Bupati Sutjidra, dilaksanakan sebagai program pertanian berkelanjutan antara lain berupa pemberian insentif pajak 90% bagi pemilik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar alih fungsi lahan pertanian produktif dapat dihindari.
“Dari 26.283 wajib pajak LP2B dengan nilai ketetapan awal Rp2,4 miliar, pengurangan pokok pajak sebesar 90% telah memberikan diskon total Rp2,167 miliar. Dengan demikian, total pajak yang ditagihkan hanya Rp247,8 juta. Kebijakan ini diharapkan mendukung ketahanan pangan sekaligus menguatkan potensi agrowisata,” terangnya.
Dibidang pendidikan, telah disiapkan bantuan paket seragam, tas, sepatu dan kaos kaki sebanyak 5.305 bagi siswa dari keluarga kurang mampu pada jenjang TK-SMP dengan total anggaran Rp6,6 miliar.
“Untuk investasi masa depan, selain penataan kota menyasar kawasan heritage titik Nol Kota Singaraja, menjadikan areal Tugu Singa Ambara Raja sebagai ikon ibu kota kabupaten dengan destinasi rekreasi modern yang estetis,” ucapnya.
Juga melakukan pemasangan 25 lampu tenaga surya di Jalan Udayana dengan anggaran Rp1,4 miliar.
“Kami juga akan meningkatkan investasi dengan kemudahan layanan investasi Birokrasi Melayani dan Berdampak melalui Mall Pelayanan Publik, yang telah mengintegrasikan 205 jenis layanan perijinan dari 23 instansi,” pungkasnya. (kar/jon)








