
DENPASAR- Berdasarkan data sebanyak 2000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali telah mendapat pembinaan dan pelatihan dari PT Telkom Indonesia. Para UMKM tersebut diantaranya bergerak dibidang tata boga, kerajinan dan industri kreatif lainya kini.
SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza mengungkapkan Bali menjadi estalase internasional yang menunjukan wajah UMKM Indonesia ke dunia.
“ Bali menjadi salah satu wilayah prioritas sebanyak 2000 UMKM terdata di wilayah Bangli dan Tabanan dan wilayah lainya mendapat pembinaan dan pelatihan berupa pelatihan AI,” ujar Ahmad Reza, di Denpasar, Jumat (10/5/2025).
Dijelaskan, UMKM Bali harus mampu mengangkat nilai budaya lewat filosofi produk. Jadi dengan pelatihan dan desain berbasis AI, akan membantu para UMKM memahami pasar global, bukan hanya memperkenalkan produk melainkan mampu menciptakan cerita dan nilai jual tinggi.
Sementara itu ,secara nasional Ahmad Reza membeberkan, hingga tahun ini jumlah UMKM binaan Telkom telah mencapai 84.291, dengan lebih dari 18 ribu UMKM dinyatakan naik kelas.
Kalau dibandingkan dsri 60 juta UMKM di Indonesia ( berdasarkan data Kadin dan Kementerian Koperasi) , terdapat 36 persen yang belum terhubung secara digitalisasi.
“ Kondisi ini menjadi tantangan besar dimana kemampuan pemasaran UMKM non- Digital terbatas pada pasar lokal saja,” ungkapnya.
Ia menyebut, peran Telkom adalah menjembatani kesenjangan itu, dan memastikan hampir 98 persen wilayah termasuk pelosok bisa mengakses internet untuk mendorong dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Ahmad Reza didampingi AVP Eksternal Relation PT Telkom Tbk Sabri Rasyid menerangkan, dalam ekosistem ekonomi digital telkom tidak saja menyediakan internet tetapi aktif melakukan pelatihan kecerdasan buatan (AI) pendampingan bisnis, serta fasilitasi perizinan seperti NIB (Nomor Induk Berusaha) dan sertifikasi halal. Tercatat, sudah lebih dari 2.000 UMKM menerima sertifikasi halal berkat bantuan Telkom, serta lebih dari 1.000 UMKM telah dibantu mendapatkan izin usaha resmi.
“UMKM itu bantalan ekonomi bangsa, apalagi saat kondisi ekonomi sedang lesu. Maka UMKM harus kuat dan naik kelas, agar mampu menopang ekonomi nasional,” kata Reza.
Ke depan, Telkom menargetkan 70 persen UMKM binaannya dapat bersaing di pasar internasional, dengan produk berkualitas, pasar yang jelas, dan strategi pemasaran yang kuat.(sur)








