
BADUNG – Kepemilikan dan keterisian saldo Uang Elektronik (Unik) masih menjadi tantangan dalam kelancaran perlintasan di Jalan Tol Bali Mandara. Tantangan ini terutama dialami oleh wisatawan asing.
Manager Operation & Maintenance PT Jasamarga Bali Tol (JBT), I Putu Gandi Ginantra, mengungkapkan bahwa setiap harinya terdapat sekitar 500 pengguna jalan yang mengalami kendala transaksi akibat tidak memiliki atau kehabisan saldo Unik. Hal ini terjadi baik pada pengendara sepeda motor maupun mobil.
“Sebagian besar di antaranya adalah wisatawan asing. Mungkin karena belum mengetahui sistem pembayaran ini atau faktor lainnya,” ujarnya.
Sebagai upaya untuk mengatasi kendala ini dan memastikan kelancaran perjalanan bagi seluruh pengguna jalan, PT JBT menyediakan layanan pembelian Unik di setiap gerbang tol. Langkah ini bertujuan agar pengguna yang belum memiliki kartu dapat segera membeli dan melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna tol untuk memastikan kartu Unik mereka selalu siap sebelum memasuki tol. Pastikan saldo mencukupi agar perjalanan tetap lancar tanpa kendala transaksi di gerbang tol,” tambahnya.
Menurut Gandi, saat ini kartu Unik sudah semakin mudah diperoleh dan diisi ulang. Pengguna dapat membelinya di berbagai tempat seperti kantor cabang bank, e-commerce, dan merchant retail. Bahkan untuk pengisian saldo, sudah dapat dilakukan dengan cepat dan praktis melalui ponsel berfitur NFC.
“Dengan kepemilikan dan saldo Unik yang cukup, transaksi di gerbang tol bisa selesai dalam waktu kurang dari lima detik. Ini tentu akan membuat perjalanan lebih lancar dan nyaman bagi semua pengguna,” tutupnya.
Ditegaskannya pula, PT JBT senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik guna mendukung kelancaran lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara. Dengan kesadaran dan kesiapan pengguna dalam memastikan saldo kartu tol, diharapkan pengalaman berkendara di tol semakin nyaman dan efisien. (adi)








