
BADUNG – Sebanyak 1,5 juta penumpang diperkirakan akan bepergian dengan moda transportasi udara melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada periode libur Lebaran tahun ini. Puncaknya, diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025 atau bertepatan dengan Pengerupukan nanti.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menuturkan, diperkirakan akan ada 81.094 pergerakan penumpang pada 28 Maret 2025. Dan itu dipastikan akan menjadi atensi serius, termasuk berkenaan dengan potensi padatnya arus lalu lintas (lalin) keluar masuk bandara.
“Manajemen Bandara Ngurah Rai juga akan melakukan sosialisasi kepada calon penumpang yang disampaikan melalui media sosial, sehingga dapat mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dari dan menuju bandara khususnya di malam Pengerupukan saat pawai ogoh-ogoh,” ungkapnya belum lama ini.
Namun demikian, perhatian ditegaskan bukan hanya diberikan untuk H-1 Nyepi itu saja. Karena antisipasi potensi kepadatan lalin, dilakukan di sepanjang musim libur Lebaran. “PT API Bandara I Gusti Ngurah Rai telah menyusun rencana taktikal penanganan kepadatan lalu lintas kendaraan di dalam bandara,” tegasnya.
Rencana taktikal dimaksud, di antaranya adalah merekayasa lalin di beberapa check point/akses dalam bandara, optimalisasi personel, monitoring dan inspeksi kendaraan yang parkir di di bahu jalan akses bandara, serta pengawasan di area-area yang berpotensi menjadi titik simpul kepadatan seperti pick up zone dan drop off zone.
Sedangkan untuk akses di luar bandara, khususnya akses menuju dan dari bandara, PT API telah membentuk tim pemantauan dan pengendalian lalu lintas. Tim ini terdiri dari Ditlantas Polda Bali, Dishub Provinsi Bali dan Dishub Kabupaten Badung, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Polres Bandara, TNI AU, Otoritas Bandara Wilayah IV, Pecalang Desa Adat Tuban, dan Jasa Marga.
“Untuk mempermudah alur komando dan komunikasi, telah dibentuk jalur komunikasi pesan singkat dengan semua pihak yang terlibat. Melalui saluran komunikasi ini, diharapkan seluruh informasi terbarukan terkait potensi kepadatan dapat segera diketahui agar dimitigasi dan kepadatan lalin dapat cepat tertangani,” ungkapnya.
Disampaikannya pula, selain melakukan pemantauan dan pengaturan lalin kendaraan oleh tim gabungan, Dishub dan Ditlantas juga akan melakukan pemantauan melalui CCTV. Di samping itu juga pengaturan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) pada akses jalan bandara dan pos pemantauan yang berlokasi di simpang Tahura Ngurah Rai. (adi)








