
KLUNGKUNG – Seorang tukang ojek perempuan, Yuni Handayani (46) dibegal di Bukit Tengah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Senin (24/3/2025) sekitar pukul 18.45 Wita.
Perempuan beralamat di Perum Bhayangkara II Blok A No. 32 Banjar/Desa Pasek Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung ini ditusuk oleh pelaku menggunakan gunting.
Akibatnya Handayani yang setiap harinya berprofesi sebagai tukang ojek online ini mengalami luka di bagian wajah hingga yang bersangkutan dalam kondisi berdarah darah.

Kronologi Kejadian berdasarkan laporan, korban Yuni Handayani (46), saat itu mengantar seorang penumpang, meluncur dari Padangbai, Karangasem menuju ke Bukit Tengah Desa Pesinggahan. Penumpang tersebut mengaku akan menemui temannya terkait sebuah proyek.
Setibanya di sekitar bangunan villa yang mangkrak, korban dan penumpang turun dari motor. Namun, beberapa saat kemudian, penumpang tersebut langsung melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan benda tajam (gunting) dengan modus menusuk bagian wajah korban.
Pada saat kejadian, seorang saksi bernama Ni Ketut Suartiniasih (25) yang sedang melintas dan melihat korban dalam keadaan berdarah.
Saksi kemudian memberitahu warga sekitar. Beberapa warga langsung menuju lokasi kejadian dan melihat korban serta pelaku. Keduanya sempat mengaku korban begal kepada warga.
Namun saat warga menghubungi teman-temanya menyampaikan ada korban begal, pelaku (penumpang ojek) tiba-tiba kabur melarikan diri.
Warga langsung mengejar pelaku. Warga ‘mengobok obok’ Bukit Tengah mencari keberadaan pelaku. Sekitar pukul 19.00 Wita pelaku akhirnya berhasil ditemukan bersembunyi di toilet Pura Puncak Sari. Pura Puncak Sari berada di sekitar Bukit Tengah.
Pelaku lalu digelandang oleh aparat Polsek Dawan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui bernama Muhamad Firdaus alias Daus (19), buruh asal Desa Padamarah, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur.
Kasi Humas Polres Klungkung AKP Agus Widiono seizin Kapolres AKBP Alfons WP Letsoin, menyatakan terduga pelaku masih diamankan aparat guna pemeriksaan lebih lanjut.
Sedangkan korban, kata Agus Widiono, menjalani perawatan di RSU Klungkung.
“TKP merupakan jalur sepi dan nihil penerangan sehingga terduga pelaku begal mengarahkan korban menuju jalur tersebut agar mempermudah aksinya,” kata Agus Widiono dikonfirmasi Selasa (25/3/2025). (yan)








