
KLUNGKUNG – Peringatan Bulan Bung Karno tahun 2026 ini menjadi momentum khususnya bagi Kader PDIP di Klungkung menghadirkan narasi Trisakti dalam bentuk yang lebih kreatif agar tetap relevan di tengah masyarakat modern.
Kader diminta senantiasa berada di tengah masyarakat, menjadi suri tauladan dalam mengaplikasikan gagasan Bung Karno itu sebagai praktik hidup yang adaptif bukan simbol politik semata atau doktrin masa lalu.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom mengatakan, ajaran Trisakti Bung Karno akan selalu relevan selama mampu menjawab persoalan zaman seperti kemiskinan, krisis identitas budaya, polarisasi sosial.
Anak Agung Gde Anom menjelaskan ajaran Trisakti yang mencakup tiga nilai penting bagi kedaulatan sebuah bangsa yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan, tantangannya bukan pada gagasannya melainkan cara menerjemahkan nilai itu dalam praktek kehidupan masa kini.
Berkaitan dengan kedaulatan dalam politik misalnya, kader agar mampu memberikan contoh literasi demokrasi melalui tradisi gotong royong, rembug desa. Terkait dengan kemandirian secara aspek ekonomi, agar ikut memperkenalkan produk lokal sehingga UMKM dan ekonomi kreatif semakin tumbuh. Berkepribadian dalam kebudayaan diterjemahkan kedalam kebanggaan terhadap bahasa, seni tradisi, dan identitas bangsa tanpa menutup diri terhadap dunia luar.
“Trisakti penting terus diajarkan tidak hanya sebagai materi sejarah tapi dikaitkan dengan persoalan nyata,” kata Gung Anom sapaan akrab Anak Agung Gde Anom di sela-sela kegiatan Lomba Senam Sat Kerthi Loka Bali, serangkaian menyambut Bulan Bung Karno yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (14/5/2026).
Bagi kalangan generasi muda, ia mengajak menghidupkan pemikiran kritis, karena menurut Gung Anom ajaran Trisakti menekankan kemandirian cara berpikir. Karena itu ia menegaskan generasi muda perlu diajarkan kebiasaan berpikir kritis. Politisi senior ini menambahkan, agar ajaran Trisakti semakin mengakar di masyarakat, perlu dipahami sebagai nilai hidup bukan pesan politik masa lalu.
Selain lomba Senam Sat Kerthi Loka Bali yang melibatkan para lansia, guna menyemarakkan peringatan Bulan Bung Karno tahun 2026, PDIP Klungkung juga mengadakan lomba Barista Kopi Bali dan Mixology Arak Bali, fashion show, lomba konten kreator tentang sampah.
Sementara itu dalam lomba senam Sat Kerthi Loka Bali, wakil PAC PDIP Kecamatan Klungkung tampil sebagai juara pertama. Juara dua diraih wakil PAC PDIP Kecamatan Banjarangkan, juara tiga, PAC PDIP Kecamatan Dawan dan juara harapan satu wakil PAC PDIP Kecamatan Nusa Penida. Lomba senam bertujuan mengajak masyarakat terbiasa hidup sehat. (yan)








